Opini

Wakil Rakyat Terlibat Judol, Kok Bisa?

189
×

Wakil Rakyat Terlibat Judol, Kok Bisa?

Sebarkan artikel ini

Oleh Rosmili

Bukan hal baru bahwa Judi hari ini yang kian hari kian meningkat termaksuk di negara Indonesia. Penggunanya bukan hanya para remaja tapi yang terlibat juga para anggota dewan. Sungguh sangat memprihatinkan. Betapa tidak, sebagai wakil rakyat yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada rakyat, ternyata justru melakukan kemaksiatan termasuk tindak kriminal.

Sepert baru-baru ini kasus Judol lebih dari 1.000 orang di antaranya DPR RI hingga DPRD juga terlibat permainan judi online. Sebagai Kepala Pusat dalam pelaporan dan Transaksi dalam Keuangan (PPATK) mencatat Jumlah transaksi mencapai sebanyak 63.000 dengan nilai angka berjumlah Rp. 25 miliar. Jadi dilihat dari perputarannya sampai ratusan miliar.Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khaerul Saleh Mengatakan bahwa ada 82 anggota DPR aktif terlibat dalam Judol mahkama Kehormatan Dewan (MKD) akan segera di proses sebanyak 82 orang (CNN Indonesia, 26/07/ 2024).

Maraknya judi online yang terjadi di Indonesia yang terjadi di kalangan wakil rakyat ini berdampak negatif dan berbahaya karena memengaruhi keberpihakan mereka terhadap regulasi dalam judi online. Tidak akan menutup kemungkinan para anggota dewan pelaku judi online akan mengupayakan legalisasi judi online demi mengamankan aktivitas mereka.

Berbagai regulasi telah dilakukan oleh pemerintah terkait Judol. Diantaranya Larangan Judol (judi online) di Indonesia terdapat dalam Pasal 303 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Yang menjadi dasar larangan judi online ini terdapat dalam Undang-undang ITE Pasal 27 ayat 2 dengan hukuman penjara selama enam tahun atau denda sebanyak Rp. 1 miliar.

Meski judi online sangat dilarang oleh undang-undang. Akan tetapi, disisi lain nampak sangat jelas judi online semakin marak di tengah-tengah masyarakat. Disamping itu, negara hari ini seolah-olah menganggap telah menangani masalah judi online. Faktanya, ternyata itu hanyalah sebuah khalayan saja. Terbukti tak hanya masyarakat sebagai pelaku, para pejabatnya pun banyak yang main judi online.Sungguh sangat miris.

Bukan tanpa alasan. Semua terjadi karena aturan yang diterapkan adalah sistem Sekularisme. Sistem ini telah menjadikan manusia mengabaikan syariat karena agama dijauhkan dari kehidupan dalam berbagai aspek . Sistem ini dalam melakukan perbuatan hanya berstandar pada manfaat semata dan tiap individu memiliki kebebasan dalam melakukan perbuatan . Akibatnya, Perbuatan tersebut meski jelas-jelas haram dan memiliki dampak negatif tetap dihalalkan atau dilegalkan.

Sistem ini akan menjadikan kewenangannya untuk menentukan legal atau ilegal kepada individu berdasarkan kepentingan tertentu yang di buat berdasarkan akal manusia dan dapat diubah sesuai kepentingan para penguasa., bukan pada Allah Swt. Sebagai Sang Pencipta yang ada dimuka bumi ini khususnya manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *