Opini

UKT MELANGIT, MAHASISWA MENJERIT

178
×

UKT MELANGIT, MAHASISWA MENJERIT

Sebarkan artikel ini

Mahalnya UKT jelas bertentangan dengan konsep pendidikan yang merupakan hak bagi setiap rakyat. Dalam Undang- Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (1) setiap warga negara berhak mendapat Pendidikan, namun hari ini Pendidikan hanya bisa di akses oleh mereka yang memiliki uang. Sedangkan rakyat miskin kini seolah dilarang untuk kuliah. Inilah potret buram dunia pendidikan di negeri ini, bahkan pemerintah masih menganggap pendidikan tinggi sebagai pendidikan tersier. Sungguh menyedihkan!

Hal yang lebih menyakitkan lagi adalah bagi sekolah yang siswanya lolos SNBP namun tidak mengambilnya, akan dikenai sanksi berupa blacklist sehingga alumni tahun berikutnya tidak bisa lagi mengambil jalur SNBP di kampus tersebut. Ini tentu merugikan karena menghalangi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi lewat jalur prestasi. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab atas tragedi ini? Nyatanya pemerintah terus saja meneruskan kapitalisasi Pendidikan tanpa memikirkan masa depan gara generasi.

Pendidikan adalah Kebutuhan Pokok

Islam menetapkan bahwa pendidikan adalah salah satu kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh negara. Setiap warga negara (kaya atau miskin / muslim atau non muslim) mendapatkan kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu. Rasulullah saw bersabda “Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan”(HR. Ibnu Abdulbari). Dalam hadits lainnya Rasulullah SAW bersabda “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu. (HR Tabrani).

Jaminan pendidikan dalam Islam menjadi tanggung jawab Negara karena pemimpin adalah pelayan urusan umat. Paradigma Pendidikan dalam Islam bukan dalam rangka bisnis, melainkan pelayanan yang diberikan secara gratis dan berkualitas oleh negara. Hal ini pernah terjadi pada masa kegemilangan peradaban Islam. Pada masa kekhilafahan abasiyah, pendidikan dalam Islam menjadi pusat peradaban pendidikan dunia. Saatnya kembali kepada Islam agar problem kenaikan UKT tidak kembali terulang. Wallahu a’lam bishawab []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *