Opini

Tindak Asusila di Kampus, Bukti Pergaulan Makin Liberal

133
×

Tindak Asusila di Kampus, Bukti Pergaulan Makin Liberal

Sebarkan artikel ini

Penulis Auliah, S.Pd

 

Mengutip dari laman CNN Indonesia Surabaya, pada tanggal 17 mei 2024.
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya mendalami beredarnya dua video asusila yang diduga dilakukan mahasiswa di lingkungan kampus. Wakil Rektor III UINSA Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof Abdul Muhid membenarkan adanya video yang beredar tersebut. Ia menuturkan salah satu video diduga kuat direkam di gedung Uinsa Kampus Gunung Anyar, Surabaya.
CNNIndonesia com.

Viral nya video asusila dikalangan inteletual tersebut menunjukkan bentuk liberalisasi pergaulan makin nyata, yang ironisnya terjadi di universitas islam dan kampus keagamaan. Fakta ini menimbulkan persepsi bahwa kuliah di universitas yang berbasis keagamaan pun tidak menunjukkan peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan mahasiswa. Ini terjadi akibat rusaknya pemikiran yang melanda kaum intelektual negara ini.

Liberalisasi ini, berhasil merusak pemikiran sehingga mempengaruhi akidah yang berdampak buruk pada perilaku mahasiswa. Sehingga menjadikan mereka tak peduli akan tempat dan waktu, bahkan sanksi akibat perbuatannya.
Disamping itu, lemah nya sistem hukum negeri ini menjadi salah satu factor pendukung mahasiswa untuk berpikir pendek yang menjadikan mereka tak memiliki rasa takut untuk melakukan pelanggaran. Di sisi lain, jual beli hukum sudah biasa terjadi di Negara ini.

Fenomena tindak asusila di kampus sudah seharusnya menyadarkan kita, terkhusus kaitannya dengan penerbitan Permendikbud 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi sebagai pendahuluannya.

Diketahui, Permendikbud 30/2021 telah kontroversial sejak awal kelahirannya yang berpotensi terhadap pelegalan zina di lingkungan perguruan tinggi, hanya dengan adanya frasa “consent/izin/persetujuan” pada butir pasal yang ada dalam peraturan tersebut. Akibatnya, perbuatan seks bebas pun makin marak dikalangan mahasiswa tanpa adanya rem pengendali/penghenti yang mampu berperan penuh.

Hal ini menunjukkan adanya kegagalan pembentukan kepribadian dalam sistem Pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Akibat buah kapitalisme yang meniadakan landasan shahih bagi sistem pendidikan untuk menghasilkan output peserta didik yang beriman dan bertakwa yang diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *