Opini

Tapera Solusi dari Siapa dan Untuk Siapa?

107
×

Tapera Solusi dari Siapa dan Untuk Siapa?

Sebarkan artikel ini

Ini tiada lain akibat liberalisasi lahan dan sumber daya alam (SDA). Sehingga adanya monopoli tanah oleh swasta dan asing. Demikian pula dengan SDA, yang bisa dengan mudah dikuasai oleh swasta dan asing. Menjadikan bahan pokok untuk pembangunan, seperti cat, besi, paku, kayu, semen dan semisalnya menjadi mahal dan akan terus meningkat.

Hunian dalam Pandangan Islam

Islam memiliki pandangan yang jelas terhadap kebutuhan rumah bagi setiap rakyatnya. Rumah merupakan kebutuhan pokok rakyat yang harus dipenuhi oleh penguasa. Ini lahir dari sistem Islam sendiri dimana penguasa adalah Raa’in dan Junnah yang harus memenuhi semua kebutuhan primer rakyat seperti sandang, pangan, papan, bahkan pendidikan, kesehatan dan keamanan secara gratis.

Terkait rumah maka, negara Islam memiliki mekanisme yang luar biasa. Dimana terkait tanah maka negara akan menutup celah monopoli tanah bagi individu, swasta maupun asing dengan negara mengambil tanah yang tidak dikelola selama lebih dari tiga tahun dengan kata lain tanah yang nganggur, kemudian akan diberikan kepada rakyat yang membutuhkan.

Selanjutnya, terkait SDA Islam memiliki tiga mekanisme kepemilikan harta, yaitu kepemilikan pribadi, umum dan negara. Sedang SDA merupakan harta milik umum yang harus dikelola oleh negara dan keuntungan semuanya untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Baik untuk sandang, pangan, papan dan pembiayaan pada pendidikan, kesehatan, keamanan dan lainnya yang merupakan kebutuhan rakyat.

Maka, jika melihat pada salah satu SDA dinegeri ini, emas misalnya. Maka jika dikelola negara itu sudah cukup untuk memenuhi kesejahteraan rakyat. Perusahaan Freeport milik Amerika misalnya yang beroperasi di Papua saja mampu memproduksi emas 240 kg perharinya. Dimana cadangan tembaga dan emas dibawahnya lagi sekitar 2 miliar ton, yang terus bisa digali hingga tahun 2052.

Belum lagi SDA nikel, minyak, sawit, hutan dan hasil lautan yang begitu melimpah. Tapi nyatanya lebih 80% SDA negeri ini dikuasai swasta dan asing akibat sistem kapitalis sekuler liberal yang telah diterapkan secara paksa lebih seabad lamanya ini. Akhirnya rakyat hanya menjadi tumbal, atas limbah dan berbagai kerusakan lingkungan akibat berbagai pertambangan dan produksi tersebut. Seperti, hilangnya mata air, aliran air menjadi kotor dan beracun, lubang-lubang bekas tambang, banjir, kekeringan dan berbagai penyakit yang muncul di masyarakat. Jadilah rakyat termiskinkan secara sistemik, sudahlah SDA dikuasai asing dan swasta, alam dirusak, beban tanggungan kebutuhan hidup yang tinggi dan terus meningkat serta ditambah berbagai iuran dan pajak yang mencekik.

Maka sudah tentu keadilan dan kesejahteraan itu tidak akan didapat dari sistem selain Islam. Sebab hanya Islam yang memiliki aturan yang mulia, ialah aturan yang lahir dari Sang Pencipta. Maka, tentu kembali ke aturan Islam adalah kewajiban dan kebutuhan yang harus disegerakan. Hingga, terwujudnya Islam rahmatan lil ‘alamin. Wallahu ‘alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *