Opini

TANGKAL PAHAM RADIKALISME, PEMUDA HARUS BANGKIT

103
×

TANGKAL PAHAM RADIKALISME, PEMUDA HARUS BANGKIT

Sebarkan artikel ini

By : Nurbayah ummu Tsabitah, A.Md
Pemerhati sosial dan Generasi

 

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Polres Penajam Paser Utara dan Pasukan Amal Soleh (Paskas) PPU menggelar seminar Menangkal Intoleransi dan Radikalisme mengusung Tema “Aktualisasi Peran Pemuda dan Masyarakat dalam Menangkal Paham Radikalisme di Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan para pelajar SMK/SMA/MA se-Kabupaten PPU serta menghadirkan narasumber Iptu Andi Husin Subsidi Panit 1 Subnit Sosialisasi Unit Idensos Satgas Wilayah Kalimantan Timur Densus 88 AT Polri, Puryanto S. Pd Napiter Bombali 1, dan Rofiqul Ikhwan (Kementrian Agama), di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU.

Isu radikalisme dan terorisme sudah sangat lama terdengar sejak terjadi peristiwa 9/11 di Amerika hingga saat ini terus dihembuskan. Indonesia termasuk salah satu negara yang sangat getol memerangi radikalisme.

Hanya saja radikalisme ini memiliki makna buram. Sebab publik tidak mengetahui apa dan siapa yang termasuk dalam kategori radikal. Sebab kurang memberikan edukasi dan data terkait hal tersebut walau kegiatan berupa menangkal radikalisme sudah sering dilaksanakan dan diselenggarakan dibeberpa daerah seperti di Kukar dan Unmul.

Agenda semacam ini tentu bukan hanya sekedar kegiatan tentu ada maksud dan tujuan yang ingin diwujudkan apalagi kegiatan tersebut ditujukan kepada para pemuda. Dimana pemuda adalah aset besar dan merupakan agen of change yang memiliki peran besar dimasa depan.

Disatu sisi pemuda adalah agen of chang yg sangat diharapkan disisi lain kadang peran pemuda di mandulkan dengan pemahaman yang tidak tepat seperti radikalisme yang saat ini faktanya menyasar agama tertentu terutama Islam

Adanya lebel radikal bagi pemuda muslim yang taat pada ajaran agamanya, pemuda yang berani mengkritik kebijakan yang merong-rong masyarakat tentu sudah menjadi pemandangan yang tidak bisa dielakkan. Oleh sebab itu pemuda secara tidak langsung di bungkam dan bahkan diarahkan untuk menjadi pemuda yang moderat tanpa memiliki prinsip yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *