Opini

Tambal Sulam Masalah Banjir, Solusi Minim ala Kapitalis yang Tak Kelar- kelar?

125
×

Tambal Sulam Masalah Banjir, Solusi Minim ala Kapitalis yang Tak Kelar- kelar?

Sebarkan artikel ini

Wajar saja, jika bencana yang terjadi di negeri ini merupakan musibah atas ulah manusia sendiri, yakni kerakusan dan niradab terhadap lingkungan, sebagaimana di dalam Al-Quran Allah berfirman yang artinya:
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (TQS. Ar-rum : 41).

Hal ini tentu berbeda dengan penanggulangan bencana dalam sistem Islam.
Dalam Islam negara adalah perisai dan pelindung urusan warganya. Negara bertanggung jawab akan nasib warganya sehingga kalaupun terjadi banjir seperti saat ini negara akan sigap dan maksimal dalam menuntaskan bencana banjir.

Bahkan sebelum banjir terjadi pun sudah ada upaya yang serius untuk mencegah banjir, yang paling mendasar yakni menerapkan aturan yang tidak merusak lingkungan dan membiarkan hal hal tersebut mengundang azab Allah.

Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah berbuat kerusakan di bumi!’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.’” (TQS Al-Baqarah: 11)

Negara dalam Islam akan mengerahkan segala sumber daya yang ada demi segera terselesaikan bencana banjir, meski itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Khalifah selaku pemimpin akan menjamin ketersediaan dalam menanggulangi banjir. Negara juga tidak akan abai dan gagap dalam pengurusan masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Tidak akan memberikan tanggung jawabnya kepada swadaya masyarakat tapi akan bertanggung jawab sepenuhnya mengurusi urusan umat. Berapa pun dana yang dibutuhkan akan diberikan agar bencana bisa diatasi secara total.

Hal ini mudah dilakukan karena daulah memiliki sumber pemasukan yang beragam, tidak didominasi oleh utang dan pajak sebagaimana saat ini.

Dalam baitul maal terdapat pos khusus untuk keperluan bencana alam. Sehingga rakyat tidak perlu khawatir karena ketersediaan dana untuk bencana akan terwujud karena dalam Islam tidak ada model APBN seperti dalam sistem kapitalisme saat ini yang bersifat tahunan sehingga kerap kali dana yang ada tidak mencukupi.

Itulah kemuliaan sistem Islam dalam menangani berbagai urusan umat termasuk menangani dan menuntaskan masalah bencana banjir.

Sungguh kita sangat merindukan kembali tegaknya sistem Islam yang adil dan bertanggung jawab penuh mengurusi urusan rakyatnya. Dengan kemuliaan Islam yang diterapkan secara sempurna, maka semua bencana bisa diatasi secara paripurna.

Wallahu a’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *