Opini

SUDAHI DERITA PETANI, ISLAM SOLUSI YANG PASTI

64
×

SUDAHI DERITA PETANI, ISLAM SOLUSI YANG PASTI

Sebarkan artikel ini

Oleh: Mesliani

(Aktifis Dakwah Muslimah Deli Serdang)

 

Jakarta, Beritasatu.com – Petani di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus menempuh jarak sekitar 80 kilometer (km) untuk mendapatkan pupuk bersubsudi. Tidak hanya itu setelahnya banyak lagi kendala mekanisme yang terjadi di lapangan sehingga petani sulit untuk mendapatkannya

Hal itu terungkap dalam temuan tim Satgassus Pencegahan Korupsi Polri saat memantau penyaluran pupuk subsidi di NTT pada 18-22 Juni 2024.
“Salah satu temuan adalah belum terdistribusinya secara merata keberadaan kios, bahkan ada petani yang harus menebus pupuk dengan jarak lebih kurang 80 km,” kata anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Yudi Purnomo Harahap dalam keterangannya, Minggu (23/6/2024).

Ada banyak persoalan dalam akses pupuk subsidi bagi petani. Ini buah dari kapitalisasi pupuk dan lepas tangannya negara dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani. Ditambah lagi Perusahaan perusahaan besar memegang kendali dalam pengadaan dan distribusi pupuk. Sehingga akhirnya petani pun kesulitan untuk mendapatkannya. Yang menyedihkan bagi petani ketika panen hasil panennya dihargai dengan tidak sepadan dengan modal yang dikeluarkan .

Dimanakah peran negara?

Karena negara terjerat hutang pupuk kepada PT Pupuk Indonesia. Inilah realita yang ada, negara memiliki hutang pada Perusahaan yang sejatinya adalah BUMN sendiri. Semua itu menjadikan akses pupuk makin jauh. Juga makin jauh dari cita-cita terwujudnya kedaulatan pangan dan juga ketahanan pangan.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah tercatat memiliki utang subsidi pupuk kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar Rp12,5 triliun. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyebut, utang tersebut terdiri atas tagihan berjalan April 2024 sekitar Rp2 triliun dan sisanya merupakan tagihan subsidi pupuk pada 2020, 2022, dan 2023 yang belum dibayarkan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *