Opini

Suburnya Penistaan Agama dalam Sistem Sekuler

86
×

Suburnya Penistaan Agama dalam Sistem Sekuler

Sebarkan artikel ini

Suburnya Penistaan Agama dalam Sistem Sekuler

Oleh : Vita Yuniar
(Aktivis Mahasiswa)

Penistaan agama merupakan tindakan menghina, merendahkan, melecehkan agama atau keyakinan agama seseorang. penistaan agama Ini bisa dilakukan melalui kata-kata, tulisan, gambar, atau tindakan yang menyinggung perasaan umat beragama manapun. Penistaan agama merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai keagamaan dan hal tersebut dapat menimbulkan kontroversi serta konflik sosial.

Lagi dan lagi, Penistaan agama hingga saat ini masih terus terjadi, amarah di hati memuncak seketika. Melihat agama kembali dinista, oleh mereka yang tidak punya etika.

Dilansir dari laman tempo.co Polda Metro Jaya menyebut bakal memproses laporan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke Asep Kosasih yang bersumpah sambil menginjak Alquran. Asep dilaporkan oleh istrinya sendiri, Vanny Rossyane. “Kami menerima laporan kasus dugaan penistaan agama terlapornya saudara AK di laporan polisi tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 17 Mei 2024.

Vany mengungkapkan, sang suami mengucap sumpah di atas kitab suci untuk membuktikan bahwa dirinya tak selingkuh dengan seorang dokter kecantikan. “Jadi awal mulanya itu suamiku ketahuan selingkuh, terus dia inisiatif mau membuktikan bahwa dia tak selingkuh dengan cara bersumpah di atas kitab suci,” ujar Vany, Jumat (17/5/2024).

Sungguh miris, melihat kasus penistaan agama terus terjadi, apalagi di negeri mayoritas muslim ini. Berulangnya kasus penistaan agama pun sekali lagi membuktikan jika negara gagal menjaga kehormatan agama. Peran negara seakan hilang dalam seketika, pada landasan hukum yang dipakai oleh sistem sekuler liberalisme ini yang menjadikan kebebasan sebagai asas. Inti masalah inilah yang tidak dipahami sehingga masalah ini tidak akan selesai sampai sistem sekuler tersebut dihilangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *