Opini

SOLUSI TUNTAS ISLAM, DALAM MENANGGULANGI KASUS KORUPSI

74
×

SOLUSI TUNTAS ISLAM, DALAM MENANGGULANGI KASUS KORUPSI

Sebarkan artikel ini

Oleh: Emy

(Ibu rumah tangga)

 

Dana hibah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKPKBM), kabupaten Bandung, diduga menjadi ajang korupsi. Menurut informasi yang diberikan, oleh bidang pendidikan non formal (PNF), Agus Drajat, dana tersebut telah ditransfer melalui rekening forum, dengan peruntukan yang jelas, dan beliau menegaskan bahwa dana tersebut telah disalurkan sesuai tujuan yang telah ditentukan.
Namun ketika ketua, sekertaris dan bendahara instansi terkait ditelusuri oleh media Reformasi bangsa, ketiganya bungkam dan tampak alergi terhadap pertanyaan wartawan, mengenai penggunaan dana hibah yang diterima, pada bulan Maret 2024 sebesar Rp.250.000.000.

tidak hanya dana hibah yang ditutup tutupi, jumlah warga belajarpun enggan diketahui oleh publik.
Setiap tim media mengunjungi PKBM, menolak menyebutkan jumlah warga belajar, yang seharusnya dilakukan dengan transfaran dan tidak ada yang ditutup tutupi. Ketika diminta penjelasan, mereka seolah saling melemparkan tanggung jawab untuk mengecoh awak media. Padahal diera kepemimpinan Bupati HM. Dadang Supriatna, yang mengusung slogan “Bedas” selalu mengutamakan transfaransi, tim media reformasi bangsa.co.id, akan terus mengawal terus perkembangan kasus ini, dan memastikan dana hibah tersebut digunakan sesuai dengan peruntukan, dan transfaransi tetap terjaga.

Memang sudah tidak asing lagi, kasus korupsi yang terjadi dinegeri ini seakan sudah menjadi hal yang biasa dan membudaya. Korupsi adalah perbuatan yang dilakukan dengan tujuan, mengambil keuntungan pribadi dari harta yang bukan menjadi hak miliknya. Jelas perbuatan ini sangatlah merugikan negara ataupun instansi tertentu. Harta hasil korupsi adalah haram, sehingga menjadi salah satu penyebab yang dapat menghalangi terkabulnya suatu do’a, dan tidak adanya suatu keberkahan. Sebagaimana tercantum dalam sabda Nabi Saw “wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik.

Islam memandang korupsi adalah perbuatan khianat, khianat tidak sama dengan mengambil harta orang lain, melainkan menggelapkan harta yang diamanahkan kepadanya. Walaupun perbuatan para koruptor tidak langsung berdampak pada masyarakat pada umumnya, namun jika kita tidak peduli pada upaya pemberantasan korupsi, maka otomatis lambat laun negeri ini akan hancur berantakan. Dalam hal ini seharusnya negaralah yang berperan terhadap kasus korupsi, yang semakin menjamur dinegeri ini. Sungguh disayangkan, negara yang mayoritas muslim ini sudah tidak peduli dengan kehalalan dan keharaman, atas perbuatan yang mereka lakukan. Apalagi masyarakat yang hidup dengan gaya Hedonis, hanya ingin memuaskan keinginan dari pada kebutuhannya. Inilah buah dari sistem kapitalis sekuler, yang selalu memisahkan agama dari kehidupan, yang ada pada benaknya hanya uang dan uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *