Opini

Solusi Menyikapi Harga Rumah yang Semakin Tidak Ramah

77
×

Solusi Menyikapi Harga Rumah yang Semakin Tidak Ramah

Sebarkan artikel ini

Oleh Irma Faryanti
Pegiat Literasi

 

Memiliki rumah yang nyaman adalah dambaan semua orang. Tempat bernaung dan berteduh, menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Namun nyatanya saat ini impian itu bak panggang jauh dari api, pasalnya harga hunian terus melambung tinggi, di tengah suasana ekonomi masyarakat yang kian terpuruk.

Peningkatan ini tampak dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang menembus 1,89 persen (yoy) pada kuartal I 2024, lebih tinggi dibanding kuartal IV 2023 sebesar 1,75%. Kenaikan ini didorong oleh harga properti tipe kecil, dari semula 2,15 menjadi 2,41 persen. Bahkan Bank Indonesia mencatat untuk rumah tipe menengah dan besar masih akan terus meningkat harganya. (CNN Indonesia, Kamis 16 Mei 2024)

Meski mengalami kenaikan, namun penjualan properti residensial naik dari 3,37 menjadi 31,16 persen. Hal ini diungkap Erwin Haryono selaku Gubernur Bank Indonesia melalui keterangan resminya, peningkatan ini pun terjadi pada seluruh tipe rumah. Adapun faktor pendorong utamanya adalah adanya pembukaan proyek baru yang berhasil menarik minat konsumen. Meski demikian ada beberapa faktor yang menghambat pembangunannya yaitu: naiknya harga bangunan, masalah perizinan, suku bunga KPR, juga proporsi uang muka yang tinggi saat pengajuan.

Pada awal masa pemerintahan Presiden Jokowi, sempat diluncurkan program pembangunan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Salah satunya di kawasan Villa Kencana, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Yang pembangunannya telah dimulai sejak 2016 dan baru diresmikan di tahun 2017. Namun sayang kondisinya saat ini sangat tidak terawat, banyaknya hunian yang kosong tertutup tanaman liar bahkan mengalami kerusakan parah. Mulai dari hilangnya pintu hingga ubin yang pecah.

Konon Seluruh unit rumah Jokowi ini sudah habis terjual sejak lama, hal ini disampaikan oleh salah seorang pegawai marketing di kawasan tersebut. Fakta itu dibenarkan Heru, salah seorang pemilik rumah di Villa Kencana Cikarang. Ia menyatakan bahwa di daerah itu masih banyak hunian yang kosong belum ditempati karena pada umumnya dibeli hanya untuk investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *