Opini

Solusi Islam Terhadap Stunting

72
×

Solusi Islam Terhadap Stunting

Sebarkan artikel ini

Adapun solusi yang diberikan dalam Islam, yaitu dengan mengatur dan memenuhi pola konsumsi yang bergizi, cukup, dan baik. Dalam hal ini, Islam telah mengisyaratkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib (halal dan baik) juga dengan memenuhi kebutuhan makanan yang cukup atau tidak berlebih-lebihan.

Pemenuhan kebutuhan makanan yang halal, gizi seimbang, dan cukup pada akhirnya akan berdampak pada kualitas Air Susu Ibu (ASI).

Maka dengan solusi sistem Islam lah yang akan mampu menyelesaikan problematika kehidupan, salah satunya permasalahan stunting.

Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui negara menyediakan infrastruktur kesehatan yang memadai bagi seluruh warga dengan akses dan layanan kesehatan diberikan secara gratis,tidak boleh ada pembatasan akses layanan kesehatan bagi siapa pun. Orang kaya maupun miskin berhak terjamin akan kesehatannya, terutama ibu hamil dan balita.

Kedua, negara menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat berupa sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Tercukupinya nafkah memungkinkan bagi keluarga mendapat asupan gizi dan nutrisi yang cukup, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ketiga, negara memberikan edukasi terkait gizi pada masyarakat.

Keempat, negara melakukan pengawasan dan pengontrolan berkala agar kebijakan negara seperti layanan kesehatan, akses pekerjaan dll, serta penggunaan anggaran dapat berjalan secara amanah.

Masalah stunting bukan hanya menjadi beban keluarga, melainkan merupakan tanggung jawab negara sebagai pelayan rakyat yang bertugas menjamin dan memenuhi kebutuhan mereka secara optimal.

Semua itu bisa terwujud dengan paradigma kepemimpinan dan sistem Islam. Tentu saja hal ini akan mampu tercapai dalam negara yang menerapkan sistem Islam secara kaffah. Karena jika masih menggunakan paradigma kapitalisme, pencegahan stunting tidak akan berjalan efektif sebab fungsi negara dalam kapitalisme hanya sebagai regulator kebijakan, bukan pelayanan.

Wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *