Opini

SOLUSI ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS AIR BERSIH

135
×

SOLUSI ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS AIR BERSIH

Sebarkan artikel ini

Oleh: Komanah

(Ibu rumah tangga)

 

Saat ini belum masuk musim kemarau sepenuhnya, namun di kabupaten Bandung sudah terdapat yang kekurangan air bersih, pada musim kemarau kali ini terdapat potensi ancaman kekurangan air bersih atau kekeringan hingga kebakaran. Kepala pelaksana BPBD kabupaten Bandung, Uka Suska mengungkapkan, mulai Mei sampai September 2024 diperkirakan mulai memasuki musim kemarau, tetapi belum sepenuhnya musim kemarau sebab sewaktu-waktu masih ada turun hujan di kabupaten Bandung.

Uka mengungkapkan, saat ini curah hujan diwilayah kabupaten Bandung sudah berkurang, dan sudah ada Desa di kecamatan Arjasari yang minta dikirim air bersih untuk keperluan masyarakatnya, dan air yang ada di desa tersebut bergantung pada curah hujan, terutama bersumber dari sumur gali atau air tanah, dan ketika turun hujan sumur gali mereka akan keluar airnya, Uka juga menghimbau kepada masyarakat, dalam menghadapi musim kemarau untuk menghemat penggunaan air bersih yang akan digunakan sehari-hari.

Selain itu dimusim kemarau ini Uka menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena sampah yang menumpuk rawan akan terjadi kebakaran, sebab selain kekeringan pada musim kemarau terdapat juga potensi kebakaran, bahkan pada kemarau sebelumnya di kabupaten Bandung terjadi beberapa kali kebakaran akibat membakar sampah sembarangan.

Saat ini kondisi cuaca tidak menentu, tetapi kali ini cuaca lebih condong pada musim kemarau, walaupun belum dikatakan kemarau karena masih ada turun hujan walaupun jarang, dampak dari hujan yang jarang itu masyarakat mengeluhkan kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Dalam hal ini faktor yang menyebabkan masalah krisis air bersih adalah, selain jarangnya turun hujan atau kemarau adanya perubahan iklim global dan minimnya resapan air, sebab saat ini lahan yang tadinya ditanami pohon-pohon hijau kini sudah beralih fungsi, menjadi pemukiman atau perumahan warga, hal ini tidak lain kaum kapitalislah yang diuntungkan, yang menjadikan ladang bisnis bagi mereka yang bermodal besar, tidak peduli masyarakat yang berada diwilayah itu yang menjadi korban kekurangan air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *