Opini

Sistem Kapitalis, Ciptakan Generasi Cemas

53
×

Sistem Kapitalis, Ciptakan Generasi Cemas

Sebarkan artikel ini

Oleh: Aktif Suhartini, S.Pd.I

Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

Astaqfirullah, ada apa sebenarnya yang tejadi di negei ini? Seoang bocah laki-laki berinisial MA (6 tahun) asal Sukabumi menjadi korban pembunuhan. Hal tersebut diungkap Polres Sukabumi Kota usai melakukan serangkaian penyelidikan, terhadap kematian korban yang mayatnya ditemukan tewas di jurang perkebunan dekat rumah neneknya di wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Dan yang sangat mengenaskan adalah tidak hanya dibunuh anak yang baru mau duduk di sekolah dasar ini juga menjadi korban kekerasan seksual sodomi (liputan6.com,7/5/2024).

.
Naudzubillah, dari kasus ini ternyata pelaku kekerasan adalah seorang siswa pelajar berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), sebagai pelaku utama pembunuhan dan sodomi terhadap korban. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku melakukan perbuatan kejinya hanya seorang diri. Sebelum menyalurkan hasrat bejatnya, pelaku mengaku pernah menjadi korban pencabulan atau sodomi. Menghadapi kasus ini sudah seharusnya kepolisian wajib mendalami apakah ada korban lain yang mengalami peristiwa sodomi dari pelaku? Bagaimana nasib generasi penerus bangsa dengan kenyataan fenomena menyedihkan seperti ini?

Meningkatnya kriminalitas yang dilakukan anak dengan beragam kasus menjadi keprihatinan dan pekerjaan rumah bersama untuk mengatasinya. Menurut data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, per 26 Agustus 2023, tercatat hampir 2.000 anak berkonflik dengan hukum. Sebanyak 1.467 anak di antaranya berstatus tahanan dan masih menjalani proses peradilan, sementara 526 anak sedang menjalani hukuman sebagai narapidana. Anak-anak yang menjalani masa tahanan ditempatkan pada beragam fasilitas pemasyarakatan. Saat ini tahanan anak ditampung di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA).

Melihat anak berperilaku kriminal, dimanakah peran keluarga, lingkungan dan pemerintahan? Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia menunjukkan bahwa tindak kekerasan fisik dan kekerasan seksual merupakan jenis tindak kriminal yang paling banyak dilakukan oleh anak. Apakah ini semua hasil dari sistem yang ingin menciptakan generasi emas namun hasil yang di peroleh generasi cemas? Meningkatnya kasus anak berkonflik hukum, dan ini merupakan alarm keras bagi masyarakat dan negara.

Jika kita lihat, orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan yang diterima anak dalam lingkungan keluarga sangat penting bagi masa depan anak itu sendiri, karena akan menentukan sifat dan karakter anak pada masa yang akan datang. Maka, keterlibatan orang tua pada pendidikan sangat penting. Dalam keluargalah anak dipersiapkan untuk membangun pengetahuan tentang perkembangan sebelum memasuki tingkatan-tingkatan perkembangannya dunia lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *