Opini

Sistem Islam Mampu Melepas Jerat Narkoba

212
×

Sistem Islam Mampu Melepas Jerat Narkoba

Sebarkan artikel ini

Ketiga, penegakan hukum pemberantasan narkoba masih belum memberikan efek jera. Sanksi hukum pun masih dipengaruhi pertimbangan HAM.

Keempat, pencegahan masuknya perdagangan narkoba belum serius ditangani. Negara masih lengah menjaga perbatasan di jalur laut hingga akhirnya membuka jalan bagi para bandar melakukan transaksi gelap narkoba di Indonesia.

*Paradigma Islam Melepas Jerat Narkoba*

Islam sebagai sistem sempurna dan paripurna dalam menjalani kehidupan memiliki aturan dan penjagaan yang luar biasa untuk manusia. Sebagai sebuah sistem, Islam pun memiliki perangkat hukum yang mampu menangani segala sesuatu terkait narkoba.

Mekanisme tindakan pencegahan dan penanganan yang menyeluruh dan fundamental dimiliki Islam secara rigid.

Dalam sistem Islam edukasi fundamental senantiasa dilakukan melalui ketakwaan personal dalam lingkungan keluarga; dan komunal dalam sosial masyarakat. Untuk mewujudkannya sistem pendidikan yang diterapkan berbasis akidah Islam. Demikian juga dengan pola asuh dan pendidikan Islam diwujudkan untuk membentuk kesadaran individu agar taat kepada Allah Ta’ala sehingga seseorang akan menjauhi segala hal yang dilarang dalam Islam, termasuk narkoba.

Dalam sistem Islam fungsi pengontrolan dan pengawasan terealisasi dalam aktivitas amar makruf nahi mungkar yang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Saat ada indikasi perbuatan individu yang melanggar Islam, masyarakat bisa langsung mengadukan dan melaporkannya ke pihak berwenang setelah sebelumnya menasihati atau mengingatkan individu tersebut. Halal-haram menjadi standar perbuatan bukan menurut pandangan manusia. Alhasil, masyarakat memiliki kesamaan dalam menilai perbuatan seseorang apakah makruf atau mungkar.

Dalam sistem Islam, sanksi penyalahgunaan narkoba diterapkan dengan tegas. Sanksi takzir akan dikenakan pada pelaku takzir yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh qadhi (hakim), bisa berbeda-beda sesuai tingkat kesalahannya. Hukuman pengguna narkoba yang baru berbeda dengan pengguna lama. Hukuman juga bisa berbeda bagi pengedar narkoba atau bahkan pemilik pabrik narkoba. Takzir pun dapat sampai pada tingkatan hukuman mati. (Shiddiq al-Jawi, Hukum Seputar Narkoba dalam Fikih Islam).

Demikianlah, memberantas narkoba harus dimulai dari menghilangkan paradigma sekuler kapitalisme. Tanpa melepasnya, narkoba akan tetap menjerat Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Saat sekuler kapitalistik sebagai akar masalahnya, maka narkoba akan tetap menjadi monster mengerikan yang siap memangsa dan menghancurkan.

Wallaahu a’laam bisshawaab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *