Opini

Sekularisme Suburkan Penistaan Agama Subur?

145
×

Sekularisme Suburkan Penistaan Agama Subur?

Sebarkan artikel ini

 

Oleh. Ummu Miqdad

Seperti sudah menjadi tradisi, pelecehan agama pun berulang kembali. Bedanya semakin tahun semakin sering dan beragam. Seperti jamur yang tumbuh di musim hujan, semakin menyebar dan banyak. Entah apa yang memicunya, tetapi objeknya tetap sama, yaitu Islam.

Banyak penistaan yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Dari orang biasa hingga yang memiliki jabatan, dalam negeri maupun luar negeri. Semua terjadi entah sengaja ataukah main-main belaka.

Tak bisa dimungkiri saat ini umat Islam semakin jauh dari agamanya. Ini diperparah dengan sedikitnya jam mata pelajaran agama di sekolah. Di tambah lagi dengan banyaknya kesibukan kegiatan disekolah, membuat waktu semakin sedikit untuk mengkaji Islam.

Mempermainkan kitab suci sudah dianggap biasa. Seperti memperlakukan benda lain yang tak memiliki nilai yang suci. Sehingga menganggap simbol-simbol agama sama sebagaimana simbol-simbol lainnya.

Mulai dari remaja hingga orang dewasa ada yang menjadi pelaku pelecehan agama, tak terkecuali orang yang berpendidikan dan memiliki jabatan tinggi.

Seperti yang di lansir tempo (17/5/ 2024), bahwa polisi proses laporan dugaan penistaan agama yakni dengan menginjak Al-Quran yang diduga di lakukan pejabat Kemenhub.

Hal ini pertama kali diketahui dari laporan Vany Rossyane, yakni istri dari Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah Merauke, Asep Kosasih, bahwa suaminya itu bersumpah dengan cara menginjak kitab suci Al-Quran.
Hal ini dilakukan Asep Kosasih ketika bersumpah bahwa dirinya tidak selingkuh sebagai usaha menyakinkan istrinya dengan cara menginjak Al-Qur’an. Tindakan inilah yang memicu Vany untuk melaporkannya kepada polisi.

Saat ini negara kita mengadopsi sistem yang mengusung kebebasan. Kehidupan berjalan sesuai kehendak manusia, tidak lagi mempedulikan terhadap petunjuk, larangan, dan perintah Allah, maka wajarlah jika peristiwa penistaan agama ini kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *