Opini

Sekularisme Menyuburkan Judi Online

126
×

Sekularisme Menyuburkan Judi Online

Sebarkan artikel ini
Elis Lisnawati

Oleh: Elis Lisnawati
(Pegiat literasi)

 

Judi online di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Ironisnya, Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim justru menduduki peringkat teratas dalam judi online. Hal ini terjadi karena paham sekularisme yang telah mendarah daging dengan penduduk Indonesia. Paham inilah yang telah berhasil membuat penduduk Indonesia memisahkan aturan agama dari kehidupan. Agama yang seharusnya menjadi benteng dalam berbagai aktivitas kehidupan, nyatanya kini telah banyak ditinggalkan.
Judi online telah menimbulkan berbagai kerusakan, baik terkait pribadi, masyarakat, dan negara. Kerusakan itu baik dari segi mental, finansial, hingga berbagai tindakan kriminal.

Di lansir dari Kompas.com, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi mengungkapkan putaran uang judi online di Indonesia mencapai Rp327 triliun sepanjang tahun 2023. Jumlah itu berdasarkan perhitungan Pusat dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Tadi dibahas menurut data PPATK sekitar 327 triliun perputaran uangnya. Itu di Indonesia saja”, kata Budi Arie usai rapat membahas judi online bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta (18/04/2024).
Menyadari berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh judi online ini, Pemerintah membentuk Satgas judol. Dilansir dari CNN Indonesia.com, menurut Direktur Jenderal informasi dan komunikasi publik Kominfo Usman Kansong dalam Diskusi Polemik Trijaya FM secara daring, Sabtu (15/6). Dalam hal ini Satgas judol hadir untuk memberantas dan menindak operator judol, juga mengurangi permintaan masyarakat terhadap judol tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *