Opini

Sekdakab Solok : Hari (Lahir Pancasila) ini kita Dihadapkan pada Realita Kemajuan Teknologi yang begitu Pesat

67

Nusantaranews.net – Upacara Bendera Memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Solok, Senin (3 Juni 2024) di Lapangan Kantor Bupati Solok.

Menghadiri Sekretaris Daerah selaku Inspektur Upacara Medison, S.Sos, M.Si, Forkopimda, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Solok, Kepala Bagian Lingkup Sekretariat Daerah Kab. Solok, ASN dan THL Lingkup Pemerintah Kabupaten Solok.

Sambutan Menkominfo dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila dibacakan oleh Inspektur Upacara,” Hari ini kita dihadapkan pada realita kemajuan teknologi yang begitu pesat, kita telah memilih untuk ikut serta dan menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia.”

Lebih dari seabad yang lalu tepatnya 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo yang menjadi simbol lahirnya Kebangkitan Nasional yang kita rayakan pada hari ini.

“Apa yang digagas oleh Budi Utomo, Kartini dan embrio bangsa yang kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai Jembatan Emas yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di tanah air sendiri,” ulasnya.

Dikatakannya,” Hari ini kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru.”

Dihadapan kita kita telah terbentang potensi kekuatan yang siap merambah dunia. Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60% penduduk Indonesia dalam dua dekade ini berada pada usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, tuturnya.

Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Dititik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045.

“Hari ini kita juga memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini mengandung maksud bahwa Pancasila menyatukan kita dengan segala perbedaan suku, agama, budaya dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri dan berdaulat,” jelasnya.

Patut kita syukuri sebagai sebuah bangsa yang majemuk, Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya menjadi bintang yang memandu kehidupan bangsa agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara, imbuhnya.

Dalam momentum yang sangat bersejarah ini, saya mengajak komponen bangsa dimanapun berada untuk bahu membahu membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengarusutamakan Pancasila dengan metode dan cara-cara kekinian dalam menyongsong bonus demografi yang akan menempatkan kaum milenial dan Gen-Z sebagai pelaku utama pembangunan bangsa,”    ulasnya.

Ia mengajak,” Mari bersama-sama bergotong royong merawat anugerah Pancasila melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Kita harus bekerjasama dan berkolaborasi menjaga kerukunan dan keutuhan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila.”

“Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat memompa semangat kita semua untuk terus mengamalkan Pancasila demi Indonesia yang maju, adil, makmur dan berwibawa di kancah dunia,” harapnya.

Exit mobile version