Opini

Refleksi Hari Kesehatan: Benarkah Rakyat Sudah Mendapat Jaminan Kesehatan

62
×

Refleksi Hari Kesehatan: Benarkah Rakyat Sudah Mendapat Jaminan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Nurma

(Mahasiswa UM Buton)

Kesehatan merupakan kebutuhan yang diinginkan oleh setiap manusia. Setiap manusia mempunyai hak untuk hidup sehat dengan jaminan akses pelayanan kesehatan yang bermutu, berkualitas, biaya kesehatan yang murah, dan informasi kesehatan yang diperlukan.

Tanggal 7 April 2024 merupakan peringatan “World Health Day” atau Hari Kesehatan Sedunia. Ini ditetapkan semenjak WHO berdiri di tahun 1948. Tema dari Hari Kesehatan sedunia yang gelar tahun ini adalah ‘My health, my right’, atau kesehatan kita adalah hak kita.

Tema ini dipilih oleh WHO karena hak mendapatkan kesehatan yang setara masih menjadi tantangan di berbagai belahan dunia merebaknya berbagai wabah dan peningkatan berbagai jenis penyakit, terjadinya berbagai perang, kelaparan bahkan kematian, masalah polusi udara, dan lebih dari separuh penduduk dunia belum sepenuhnya mendapat pelayanan kesehatan bermutu yang diperlukan.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan melalui kampanye Hari Kesehatan Dunia 2024, diharapkan terwujudnya kesehatan bagi semua agar mendapat akses pelayanan kesehatan bermutu. (Antara, 07/05/2024)

Sebagai upaya untuk mewujudkan hak kesehatan yang baik, World Health Organization (WHO) meminta agar pemerintah berbagai negara menjamin terwujudnya proteksi sosial seperti berbagai asuransi kesehatan, sistem pensiun, perlindungan bagi mereka yang tidak bekerja, dan lain-lain.

Pemerintah mengklaim sudah memberikan jaminan layanan kesehatan pada rakyatnya. Namun pada faktanya BPJS tidak mampu memberikan layanan yang optimal, justru layanan tersebut kurang berkualitas, dan berbagai problem lainnya yang masih membutuhkan penyelesaian atau solusi yang benar-benar menjamin.

BPJS Kesehatan yang digadang-gadang akan memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat, pada kenyataannya banyak masalah yang mengiringinya hingga mengorbankan nyawa. Dimulai dari pelayanan yang hanya ala kadarnya, jauh dari kata layak, sistem administrasi yang berbelit-belit, bahkan tidak jarang muncul berita mengenai rakyat yang tidak langsung dilayani atau ditindak lanjuti dokter hanya karena belum membayar BPJS atau dikarenakan berkas yang diberikan tidak lengkap padahal kondisinya telah darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *