Opini

Prostitusi, Bisnis Haram yang Diminati

204
×

Prostitusi, Bisnis Haram yang Diminati

Sebarkan artikel ini

 

Oleh Suci Halimatussadiah
Ibu Pemerhati Masyarakat

Kasus prostitusi termasuk prostitusi online makin marak terjadi sejak pengenalan situs jejaring sosial yang makin masif di kalangan pengguna smartphone. Pelaku kian leluasa menjajakan diri secara personal. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga promosi di situs jejaring media sosial pengguna akun lain. Hal ini memudahkan pelaku untuk mencari pelanggan. Bahkan, usia para pelaku terbilang masih muda.

Dikutip dari media online kompas.com (14/5/2024) – Empat remaja Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Surabaya mengaku dianiaya tersangka YY (24) yang merupakan muncikari prostitusi anak. Diketahui para korban perdagangan anak itu berinisial MP (17), SA (16), V (16), dan NDA(15). Mereka adalah warga kabupaten Ogan Komering Ulu( OKU) Sumatra Selatan.

KasatReskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan hal tersebut diungkapkan oleh salah satu korban yang melarikan diri dan melaporkan kasus itu kepada polisi. Selanjutnya polisi menangkap muncikari YY dan enam anak buahnya yang bertugas sebagai joki aplikasi kencan RS, AM, EM, SA, RI, dan AS di apartemen sekitar jalan Merr Sukolilo Surabaya.

Makin merebaknya prostitusi online sebetulnya bukan tanpa sebab. Suburnya bisnis esek-esek ini disebabkan banyaknya penikmat jasa pelacuran dengan begitu mudah. Bahkan pemerintah hingga saat ini begitu kesulitan memberantas bisnis prostitusi online karena memang bukan perkara mudah. Sebab, ketika akun prostitusi diblokir, dengan cepat para pelaku akan membuat akun baru kembali, kemajuan teknologi yang tidak tersentuh proses filterisasi berdampak pada tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan.

Penyebab lain bertahannya bisnis haram tersebut adalah karena makin kompleksnya permasalahan yang ada di tengah masyarakat sehingga membuat masyarakat kian frustrasi. Hal ini diperparah dengan merosotnya akidah umat karena hadirnya paham sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan yang diadopsi sistem hari ini. Ketika hasrat seksual meningkat maka pemenuhannya tidak lagi memedulikan halal dan haram.

Prostitusi online sering kali menjadi pilihan. Alhasil, dunia kelam prostitusi makin eksis karena dianggap solusi dari masalah tersebut. Selain itu, ada banyak dampak negatif yang bisa terjadi khususnya terhadap para perempuan yang menjajakan tubuhnya, seperti terjadinya kehamilan di luar pernikahan. Tidak cukup sampai di situ, proses kehamilan yang tidak diinginkan tersebut akan membuka peluang terjadinya aborsi.

Bukan itu saja, ketika janin dilahirkan maka akan ada dampak psikologis bagi anak tersebut dan tentunya akan merusak nasab. Oleh karena itu, sudah seharusnya masyarakat tidak bersentuhan dengan dunia hitam prostitusi. Akitivitas seksual memang merupakan bagian dari sebuah naluri, tetapi proses pemenuhannya haruslah melalui proses yang benar, yaitu pernikahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *