Opini

Pornografi, Mungkinkah Diberantas dengan Peraturan Ala Kapitalisme ?

121
×

Pornografi, Mungkinkah Diberantas dengan Peraturan Ala Kapitalisme ?

Sebarkan artikel ini

Entah bingung mengurai masalah atau khawatir melanggar prinsip kebebasan, negara terkesan setengah hati menyelesaikan problem sosial ini, padahal masa depan generasi terancam dengan merebaknya kasus serupa. Jikapun terlihat mendiskusikan masalah ini, perdebatan mengenai batasan antara nilai-nilai moral seakan mental di tengah konsep kebebasan yang masyarakat anut.

Ketika kasus pornografi anak membludak, misalnya, seampuh apa edukasi seksual pada anak jika kondisi sosial luput dari penelaahan? Pemeriksaan psikologi pelaku tentu tidak boleh mengabaikan kondisi sosial dengan stimulus seksual yang bertebaran.

 

Buah Sistem Sekuler Kapitalisme

Jika kita cermati, maraknya konten pornografi dan porno aksi negeri ini tidak lepas dari penerapan sistem sekuler kapitalisme. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan dan menjadikan manfaat sebagai tolok ukur terhadap segala sesuatu, tanpa peduli halal dan haram.

Perbedaan pandangan pun lazim terjadi karena negeri kita memang tidak memiliki aturan baku. Aturan yang diberlakukan di negeri ini adalah aturan buatan manusia yang lemah dan terbatas.
Namun, andai negara berpikir ke depan terkait betapa buruknya pengaruh konten ataupun game yang mengandung porno bagi generasi muda kita, selayaknya negara segera mengambil langkah dan sikap tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini dan tidak berlama-lama. Bahkan, dengan segala kuasa yang dimilikinya, negara bisa memberi sanksi terhadap pelaku, serta menutup pintu semua konten berbahaya yang bisa merusak generasi yang ada di medsos.
Sayangnya, sekali lagi, kita memang tidak bisa berharap dengan sistem sekuler kapitalisme yang mencengkeram negeri ini. Penguasanya saja justru abai terhadap kepentingan rakyatnya.
Lalu, bagaimana solusi tuntas untuk menyelesaikan persoalan ini? Satu-satunya jalan adalah kembali pada Islam, din yang datang dari Allah Swt. Sang Khalik Al-Mudabbir yang memiliki aturan baku yang sesuai fitrah manusia dan memuaskan akal, serta pada akhirnya menenteramkan jiwa.

Bagaimana Islam Mensolusi ?

Kita sadar bahwa kita sedang terkungkung oleh sistem sekuler kapitalisme yang rusak dan merusak, padahal sebagai seorang muslim seharusnya kita menjadikan Islam sebagai pijakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Oleh karenanya, yang harus kita lakukan adalah mencabut sistem sekuler kapitalisme hingga ke akarnya dan menggantinya dengan sistem Islam. Sebagai sistem kehidupan, Islam akan mampu mencegah dan mengatasi segala kemaksiatan secara sempurna. Islam memiliki standar baku yang bersandar pada akidah Islam sehingga semua kemaksiatan, termasuk konten yang melanggar syariat, tidak akan ada dalam sistem ini.

Untuk mewujudkan ini semua, harus dengan menempuh melalui tiga pilar. Pertama, membangun ketakwaan individu atas dorongan akidah Islam. Saat pemikiran seseorang dibangun atas dasar akidah Islam, ia akan menyadari bahwa setiap tindak tanduknya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.

Kedua, kontrol masyarakat sangat berperan penting. Lingkungan masyarakat yang memahami Islam secara utuh akan otomatis menjadi filter konten pornografi di tengah umat. Ketika ditemukan konten yang melanggar syariat, ia akan langsung melapor ke negara.

Ini merupakan aktivitas mencegah kemungkaran dan termasuk dalam perbuatan takwa. Allah Swt. berjanji akan mendatangkan keberkahan, Allah Swt. berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raf: 96).

Ketiga, keberadaan negara yang menerapkan syariat Islam secara kafah bagi semua warga negaranya tanpa pandang bulu. Negara akan mendakwahkan semua hukum Islam ke tengah umat, sekaligus memberikan sanksi bagi pelaku pelanggaran.

Di samping itu, negara akan mengatur dan mengawasi ketat seluruh media sehingga tidak akan membiarkan adanya konten maksiat, seperti pornografi dan porno aksi yang jelas merusak moral bangsa. Negara juga akan menjaga segala bentuk maksiat tidak hanya untuk anak-anak di bawah umur, tetapi untuk rakyat secara keseluruhan.

Waallahu A’lam Bis showab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *