Opini

Perselingkuhan Marak, Pergaulan Bebas Tanpa Batas

360
×

Perselingkuhan Marak, Pergaulan Bebas Tanpa Batas

Sebarkan artikel ini

Oleh Nurlina

(Praktisi Pendidikan)

 

Persoalan kekerasan perempuan seakan tidak pernah sepi dari pemberitaan, kekerasan yang terjadi bukan hanya di kalangan masyarakat umum. Namun ini terjadi dikalangan aparatur sipil negara (ASN ).Hal tersebut diungkapkan oleh Perwakilan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita ( BKOW ) Kaltim, Marliana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DKP3A ) Kaltim Noryan Sorayalita menyebut Pemprov Kaltim telah melaksanakan program pencegahan perselingkuhan di lingkungan ASN. Salah satunya dengan mewajibkan memasang foto keluarga di tempat kerja.

Terlepas dari program yang ingin diterapkan, nyatanya kasus perselingkuhan kembali terjadi . Data Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ) selama periode 2020 – 2023 terdapat 172 pelanggaran terkait permasalah yang diantaranya perselingkuhan. Kasus yang terbaru yaitu perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu anggota Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur berinisial ( AE ). Kasus perselingkuhan antara AE dan IR terungkap setelah suami dari IR berhasil mendapatkan bukti chat mesra antara AE dan istrinya IR (29/2/2024).

Hal tersebut membuktikan bahwa kasus perselingkuhan yang terjadi terus berulang, Lantas apa akar masalah dari maraknya perselingkuhan, efektifkah memasang foto keluarga di lingkungan kerja?

Pergaulan Bebas Tanpa Batas

Sejatinya banyak faktor yang menjadi penyebab maraknya perselingkuhan. Adanya rasa ketidakpuasan terhadap salah satu pasangan, entah karena fisik yang mulai menua, kurangnya komunikasi , rasa bosan dan ekspektasi yang tinggi terhadap pasangan masing – masing.

Perselingkuhan yang marak terjadi tidak hanya melibatkan yang lajang saja tapi juga pasangan yang sudah menikah. Seperti kasus perselingkuhan yang melibatkan ASN, ini disebabkan karena interaksi dan komunikasi yang terjalin setiap hari menyebabkan kedekatan yang semakin erat antar teman sekantor.

Menanggapi program pencegahan perselingkuhan yang diusung oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DKP3A) yang mewajibkan memasang foto keluarga ditempat kerja. Perselingkuhan yang banyak menimpa ASN tidak bisa dicegah dengan memasang foto pasangan atau keluarga. Pergaulan bebas tanpa batas mewarnai lingkungan kerja. Belum lagi stimulus pakaian( pakaian yang membuka aurat/ pakaian dinas kantor ) , media on line dan dinas luar yang mengharuskan ikhtilat atau campur baur.

Berbagai imbauan terus digaungkan agar memasang foto keluarga, dengan dalih agar setiap PNS selalu teringat kepada keluarga demi menghindari perselingkuhan. Tapi faktanya perselingkuhan tetap saja terjadi, ini karena faham kebebasan yang diadopsi menjadikan individu – individu tumbuh menjadi pribadi tanpa aturan. Oleh karena itu memasang foto bukanlah solusi, harusnya segala perbuatan rujukannya kepada hukum syara’ ( Wajib, sunnah , mubah , makruh dan harom ).

Faktor lain yang mewarnai banyaknya perselingkuhan karena kesibukan masing – masing pasangan . Komunikasi yang kurang terjalin diantara suami dan istri , disamping kesibukan istri dengan urusan anak dan rumah, sedangkan suami sibuk dengan aktivitas mencari nafkah. Belum lagi jika terpaksa seorang istri ikut membantu dalam hal memenuhi kebutuhan keluarga dimana peluang komunikasi semakin sulit.

Tak hanya soal komunikasi , arus sekularisme yaitu faham yang memisahkan agama dari kehidupan. Menganggap aturan agama hanya untuk mengatur ibadah ritual saja. Minimnya ilmu agama tentang batasan interaksi antara laki – laki dan perempuan , larangan bercampur baur. Aurat seorang muslimah yang diumbar juga turut andil dalam banyaknya kasus perselingkuhan yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *