Opini

Perlu Upaya Solutif, Untuk Atasi Persoalan Sampah

66
×

Perlu Upaya Solutif, Untuk Atasi Persoalan Sampah

Sebarkan artikel ini

By : Nur Inayah

Persoalan sampah sepertinya hingga saat ini masih menjadi masalah yang belum terselesaikan juga. Hal ini tampak dari banyaknya tumpukan sampah yang menjadi pemandangan lazim di Kabupaten Bandung, yang begitu mudah untuk ditemui di berbagai daerah. Beberapa di antaranya memang jadi tempat pembuangan sampah sementara, tetapi tidak sedikit pula yang merupakan tumpukan sampah liar.

Dari hasil pengamatan, lokasi tumpukan sampah liar bukan hanya berada di jalan desa, tetapi juga di jalan raya, seperti di Jalan Raya Kopo-Soreang dan Jalan Raya Gading Tutuka. Bahkan tumpukan sampah liar juga ada di kawasan perumahan elite seperti di Taman Kopo Indah.

Keberadaan sampah liar  tersebut dikeluhkan oleh masyarakat, contohnya saja keluhan yang datang dari pak Milzam(31), warga Soreang yang merasa tidak nyaman dengan tumpukan sampah yang  berada di pinggir Jalan Raya Gading Tutuka. “Jelas terganggu, kesannya itu orang sini jorok, sampahnya kan menumpuk terus, kelihatan jelas ada di pinggir jalan raya. Kalau lewat pakai motor itu bisa tercium baunya, karena di tumpukan sampah itu juga ada genangan air”, katanya , Rabu 29 Mei 2024.

Seperti yang  kita ketahui tumpukan sampah ini , merupakan masalah yang kompleks, karena begitu banyaknya dampak yang ditimbulkan dari sampah ini, mulai dari merusak pemandangan, mendatangkan bau yang tidak sedap, mendatangkan banjir, berbagai penyakit, mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan dan banyak lagi permasalahan yang di timbulkan dari tumpukan sampah tersebut.

Permasalahan tumpukan sampah ini, sepertinya  akan menjadi masalah yang  terus berlanjut. Pasalnya di negeri yang menganut sistem sekuler-kapitalis ini, yakni memisahkan agama dari kehidupan, secara tidak langsung membentuk individu -individu yang jauh dari ketaatan kepada Allah SWT, dan tentunya jauh dari  kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, agar tetap bersih dan nyaman. Belum lagi diperparah dengan karakter kapitalis, yang melahirkan sifat hedonis, yang lebih mengutamakan gaya hidup konsumtif, yang selalu mengedepankan hawa nafsunya untuk memenuhi kesenangan jasmaninya, tanpa memperhatikan mana kebutuhan, dan mana keinginan. Sehingga sampah rumah tangga menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam tumpukan sampah selama ini. Ditambah lagi tidak adanya penanganan yang serius dari negara untuk menuntaskan permasalahan sampah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *