Opini

Peran Negara dan Perilaku Curang bagi Si Melon

104
×

Peran Negara dan Perilaku Curang bagi Si Melon

Sebarkan artikel ini
Ummu Nasywa

Oleh Ummu Nasywa

Member AMK dan Pegiat Literasi

 

Meski pemerintah menentukan bahwa elpiji 3 kg diperuntukkan untuk masyarakat miskin bahkan tertulis jelas di tabung hijau, nyatanya banyak juga pengguna yang tidak terkategori miskin membelinya seperti pengusaha kuliner atau restoran. Selain harganya lebih murah, tabung melon ini dinilai lebih praktis dan lebih hemat. Karena banyaknya konsumen memilih tabung elpiji 3 kg, para pelaku curang yang haus keuntungan memanfaatkan situasi ini dengan melakukan pengurangan dan pengoplosan elpiji. Salah satunya terjadi di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Sehingga membuat Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS) mengambil tindakan tegas.

Sebelumnya Kang DS beserta jajarannya yaitu Disperdagin Kabupaten Bandung melakukan survei sekaligus pemeriksaan ke 8 lokasi SPBE yang berada di area wilayah Kabupaten Bandung, yang mana hal ini dilakukan untuk merespon keresahan dari masyarakat. Kang DS akan menindak tegas penyalur atau induk gas elpiji yang melakukan kecurangan dengan mencabut izinnya karena sudah sangat merugikan masyarakat. (Detik.com, 12 Juni 2024)

Salah satu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang dikunjungi dan disidak Kang DS adalah SPBE PT Sampurna Gas yang bertempat di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kang DS yang didampingi Kepala Disperdagin Dicky Anugerah, Asisten Perekonomian Kawaludin, Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, dan Badan Metrologi melakukan pemantauan dan pemeriksaan langsung pengisian gas elpiji 3 kg untuk wilayah Kabupaten Bandung. Yang meliputi cek kondisi tabung gas, proses pengisian, serta penyimpanan gas. Menurut Kang DS hal tersebut guna memastikan bahwa pengisian gas elpiji 3 kg di tiap SPBE dilakukan sesuai aturan dan tidak ada kecurangan dalam takaran. (Pancabuananews.com, 12 Juni 2024)

Tidak bisa dimungkiri semenjak minyak tanah langka dan mahal, gas elpiji merupakan salah satu kebutuhan vital rakyat hari ini. Gas menjadi elemen penting bagi kehidupan. Hampir semua kegiatan rumah tangga, maupun perniagaan masyarakat menggunakan gas sebagai bahan bakar untuk memasak dan menunjang produktivitasnya.

Maka apa yang dilakukan Kang DS patut diapresiasi dan diacungi jempol. Meskipun, memberi ultimatum saja tidaklah cukup dan bukanlah solusi tuntas untuk mengatasi maraknya gas elpiji oplosan dan agen gas nakal di negeri ini. Jika pun bisa menjadi solusi, maka hanya bersifat parsial yakni hanya untuk wilayah Kabupaten Bandung. Sedangkan di negeri ini masih banyak agen gas lainnya yang berpeluang melakukan kenakalan yang sama.

Semestinya, Kang DS bukan hanya menindak agen gas elpiji yang nakal saja, tetapi memikirkan juga bagaimana agar gas yang merupakan sumber energi primer bagi masyarakat tersebut bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di negeri ini, baik warga miskin atau kaya, dengan harga terjangkau bahkan gratis. Di antaranya dengan mencari penyebab kenapa gas elpiji tidak pernah lepas dari masalah, baik itu harganya yang tidak pernah stabil bahkan berbeda-beda di tiap daerah hingga barangnya yang sering kali langka. Juga harus memburu para mafia yang menyebabkan gas elpiji langka dan memberikan hukuman yang tegas lagi menjerakan bagi mereka, bukan hanya sekadar dengan memberikan peringatan serta mencabut izin usahanya.

Sayangnya, dalam sistem kapitalisme sekuler hal tersebut jauh panggang dari api. Sebab, sistem ini meniscayakan aturan agama dijauhkan dari kehidupan. Sehingga solusi yang dihasilkannya pun bersifat parsial dan tidak mampu menyentuh akar masalah sebenarnya.

Dalam sistem kapitalisme sekuler, gas yang menjadi kebutuhan asasi dan kepemilikan umum masyarakat dikelola dan dipercayakan kepada pihak swasta. Sehingga merekalah yang mendapatkan keuntungannya. Sementara rakyat, konsumsi gas 3 kg pun dibatasi dan diperuntukkan bagi rakyat miskin saja. Padahal gas seharusnya menjadi tanggung jawab negara dan negara wajib memastikan semua masyarakat bisa mendapatkannya dengan mudah dan murah. Baik orang miskin atau orang kaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *