Opini

Penistaan Makin Merajalela disistem Sekuler

82
×

Penistaan Makin Merajalela disistem Sekuler

Sebarkan artikel ini

Oleh : Eci, Pendidik Palembang

Polda Metro Jaya menyebut bakal memproses laporan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke Asep Kosasih yang bersumpah sambil menginjak Alquran. Asep dilaporkan oleh istrinya sendiri, Vanny Rossyane.

Ade Ary menuturkan pihaknya bakal menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa pelapor hingga terlapor. “Setiap ada laporan polisi yang masuk tentunya ditindaklanjuti oleh penyelidik diawali dengan pendalaman melalui tahap penyelidikan,” katanya.
Selain penistaan agama, Asep Kosasih diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal ini diungkapkan oleh pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).Kementerian Perhubungan juga telah membebastugaskan sementara Asep Kosasih dari jabatannya untuk memudahkan pemeriksaan . ( Tempo. Co, 17/05/2024 )

Melihat rentetan kasus-kasus yang terus berulang, tampak bahwa tindakan pemerintah tidak berefek jera terhadap pelaku penistaan agama. Memang betul bahwa para pelaku akhirnya mendapatkan hukuman. Namun, hukuman yang diberikan tidak mewujudkan efek jera karena hukumannya ringan. Bahkan, ada yang mendapatkan pengurangan hukuman .
Sudah rahasia umum pula bahwa kasus penistaan agama baru diusut jika ada tekanan dari umat Islam. Ketika umat Islam resah dan bergerak melakukan aksi penolakan, baik dengan melaporkan ke Kepolisian, turun ke jalan, atau meramaikan media sosial, barulah kasus tersebut ditangani. Jika umat Islam diam, bisa diprediksi kasus tersebut akan dibiarkan meski benar-benar terjadi penistaan.

Selain itu, setelah bebas dari hukuman, pelaku penistaan tidak merasa jera dan bersalah atas perbuatannya, lantas bertobat. Mereka tetap pada sikapnya selama ini. Apalagi sikap pemerintah juga sangat lunak. Misalnya Ah0k yang setelah bebas dari penjara justru mendapatkan posisi yang mentereng, yaitu sebagai komisaris utama Pertamina. Jika demikian sikap pemerintah, bagaimana pelaku penistaan bisa jera?

Sikap pemerintah yang demikian lunak pada penista agama merupakan hal yang niscaya dalam sistem sekuler. Padahal, negara ini mayoritas penduduknya muslim, mayoritas pejabatnya juga muslim. Namun, akibat sekularisme, urusan membela agama dan melindunginya dari para penista tidak dianggap penting. Agama diposisikan sebagai urusan individu dan berada di ranah privat sehingga negara tidak perlu cawe-cawe.
Ditambah lagi dengan paham kebebasan berpendapat yang sangat didewakan dalam kehidupan sekuler. Setiap orang boleh menyampaikan pendapat sesukanya. Kebebasan ini bahkan dijamin undang-undang. Akhirnya, para penista agama berlindung di balik jargon kebebasan berpendapat.

Prinsip kebebasan dalam sistem demokrasi telah memberi panggung bagi para pembenci Islam untuk berekspresi menghinakan Islam. Mereka terus merancang aksi-aksi untuk menghina Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *