Opini

Penistaan Agama Berulang, Buah dari Sistem Sekularisme

195
×

Penistaan Agama Berulang, Buah dari Sistem Sekularisme

Sebarkan artikel ini

Oleh: Kartika
(Aktivis Dakwah)

 

Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Tentunya setiap muslim wajib mengagungkannya baik dari segi kitabnya apalagi isinya, wajib untuk menjaganya dan mengamalkannya. Namun, faktanya hari ini penistaan agama dengan merendahkan Al-Qur’an terus terjadi. Kali ini dilakukan oleh seorang yang berpendidikan dan berkedudukan.

Diketahui Asep Kosasih, seorang Pejabat Kemenhub telah melakukan penistaan agama, bersumpah dengan menginjak Al-Qur’an untuk menutupi perilaku buruknya. (Tribun news.com/18/05/2024).

Penistaan agama kembali terjadi, karena sistem hidup hari ini, yakni sekularisme yang telah menumbuhsuburkan dan meniscayakan hal tersebut terjadi. Sekularisme telah menjangkiti setiap individu muslim, yang pada akhirnya tidak memahami untuk apa dia beragama dan apa tujuannya Sang Pencipta melahirkan manusia ke muka bumi ini .

Sekularisme telah mencabut akidah dari hati kaum muslim sehingga perbuatannya akan berbanding terbalik dengan yang diserukan agamanya. Sekularisme telah menjadikan seorang muslim menjadi liberal. Bebas dalam berperilaku, bebas dalam berucap dan yang miris bebas dalam berakidah. Pada akhirnya menjadi muslim yang meyakini pluralisme.

Kitab suci dianggap seperti barang yang tak ada harganya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang dimuliakan, sehingga para imam madzhab, berijtihad bahwa untuk memegang Al-Qur’an harus seseorang yang dalam keadaan suci (mempunyai wudhu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *