Opini

Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Islam untuk Mensejahterakan Umat

79
×

Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Islam untuk Mensejahterakan Umat

Sebarkan artikel ini

Oleh Eva Yuliana

(Aktivis Muslimah)

 

World Water Forum ke-10 baru saja digelar di Bali pada tanggal 18-24 Mei 2024 yang lalu. Forum ini menghasilkan penandatanganan kesepakatan pendanaan Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) Regional Karian-Serpong, Banten, dan Nota kesepahaman ( MoU ) mengenai Net-Zero Water Supply Infrastructure Project di Ibu Kota Nusantara (IKN).

SPAM Regional Karian-Serpong merupakan Proyek Strategis /Nasional berkapasitas 4.600 liter/detik. SPAM tersebut diharapkan dapat memberikan akses air minum kepada 1,84 juta penduduk yang tinggal di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten, khususnya di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Proyek SPAM Regional Karian-Serpong memiliki nilai investasi sebesar Rp2,4 triliun.

“Dengan adanya penandatanganan kesepakatan aset, pendanaan ini, saya optimistis proyek ini akan segera selesai,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (Jawa Pos, 25 Mei 2024).

Hasil nyata lain dari World Water Forum ke-10 adalah nota kesepahaman mengenai proyek Net-Zero Water Supply Infrastructure Project di IKN Nusantara. MoU itu ditandatangani oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti dan Wakil Presiden K-Water, Han Seong Yong. K-Water merupakan perusahaan milik negara Korea Selatan.

“Dua kesepakatan ini memperlihatkan bahwa pemerintah Indonesia selalu berupaya membuat pendanaan inovatif,” tuturnya. (Republika, 22 Mei 2024).

Basuki juga menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Korea akan mempercepat pembangunan SPAM lainnya di IKN tahun ini. Sebelumnya, Kementerian PUPR telah membangun satu proyek SPAM berkapasitas 300 liter per detik di IKN yang direncanakan beroperasi pada Juli 2024.

World Water Forum digelar dengan tujuan utama untuk memperkuat kolaborasi dan kemitraan global untuk mencari jalan dan mengatasi tantangan air dan sanitasi. Selain itu ada beberapa tujuan turunan yang ingin dicapai dalam setiap gelarannya. Pertama adalah meningkatkan nilai strategis air dengan membangun komitmen politik dalam pemajuan manajemen air dan sanitasi (SDGs 6). Kedua, meningkatkan awareness terhadap air sebagai critical concern global, dan ketiga adalah sebagai multi-stakeholder event untuk mendiskusikan dan berbagi pengalaman serta mengembangkan pengetahuan dan praktik baik dalam tata kelola air dan sanitasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *