Opini

Pengelolaan Hutan Papua, untuk Siapa?

105
×

Pengelolaan Hutan Papua, untuk Siapa?

Sebarkan artikel ini

Oleh : Nurhidayati Hamzah

 

Semua mata tertuju di Papua, salah satu tagar yang ramai diperbincangkan dunia maya di tengah ramainya persoalan penjajahan yang dilakukan zionis yahudi terhadap Palestina. Masalah yang membuat semua mata tertuju pada kedua tempat ini terkait pada dua kaitan yang berbeda, di Palestina terjadi genosida tidak terhentikan sedangkah di Papua deforestasi hutan terjadi besar-besaran. Pada akhirnya kita akan sadar bahwa masalah yang terjadi hanya karena satu persoalan.

Tagar #AllEyesOnPapua sendiri sudah diposting lebih dari 700 ribu kali di instagram story dan secara sadar memberitahu kita keadaan sebenarnya di sisi lain tanah Papua. Setiap jengkal tanah di Papua adalah kekayaan yang patut manusia didalamnya mengambil pemanfaatan tersebut. Tapi apa yang terjadi? tanah tersebut dirampas oleh orang yang bukan pemiliknya bahkan mengusir tuan rumah tanah tersebut? Sama seperti yang terjadi di Rafah, masyarakat asli Papua disana tepatnya suku Awyu di Boven Digoel, Papua Selatan dan suku Moi di Sorong, Papua Barat Daya saat ini tengah berjuang mempertahankan kediaman tempat mereka tinggal selama turun temurun ditempati. Kendati telah menjadi pemilik lama, penduduk asli suku Awyo dan suku Moi tak lama lagi akan kehilangan tempat mereka hidup.

Diketahui bahwa kedua suku tersebut telah menggugat pemberian izin konsesi dan izin lingkungan oleh pihak pemerintah kepada perusahaan sawit yang melibatkan puluhan ribu hektare tanah adat atau ulayat milik mereka.

Menurut situs berita CNN Indonesia, gugatan suku Awyu dan suku Moi saat ini telah sampai di tahap kasasi di Mahkamah Agung. Hendrikus Woro menggugat Pemerintah Provinsi Papua sebab telah mengeluarkan izin kelayakan lingkungan hidup untuk sebuah perusahaan sawit. Tidak tanggung-tanggung total luas hutan yang akan diambil alih sebesar 36.094 hektare atau lebih dari setengah luas DKI Jakarta. Hal ini bisa memicu deforestasi hutan besar-besaran, untuk dampaknya tidak main-main. Sebab akan berpengaruh pada iklim global dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *