Opini

Pembangunan Mega Proyek Jalan Tol untuk Kepentingan Rakyat, Benarkah?

273
×

Pembangunan Mega Proyek Jalan Tol untuk Kepentingan Rakyat, Benarkah?

Sebarkan artikel ini

Oleh Arini Faiza
pegiat Literasi

 

Setelah sukses membangun infrastruktur di berbagai daerah, kini pemerintah kembali berencana membangun jalan tol Getaci yang menghubungkan Gedebage, Tasikmalaya dan Ciamis. Mega proyek yang tengah memasuki tahap lelang ini akan dimulai tahun ini dan melintasi 28 desa dan 6 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Ke depannya akan diteruskan hingga ke Cilacap dan digadang akan menjadi yang terpanjang di indonesia. (tribuncirebon.com, 20 Mei 2024)

Tujuan dibangunnya infrastruktur sejatinya dimaksudkan untuk memperlancar daerah yang telah berkembang, meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, memaksimalkan pemerataan hasil pembangunan, dan meringankan beban dana pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan. Dengan adanya proyek tol, perputaran barang dan jasa menjadi lebih cepat, mudah dan hemat. Dengan demikian besar harapan perekonomian masyarakat pun akan meningkat.

Namun di sisi yang lain pembangunan ini juga menimbulkan kerugian masyarakat, seperti tergusurnya rumah atau lahan, sehingga mereka harus berpindah tempat tinggal dan mencari mata pencaharian baru. Efek lain dirasakan warga yang terbiasa berjualan barang maupun jasa di sepanjang jalan, mereka akan terkena imbasnya karena sepi pengunjung. Maka, apabila dikatakan untuk menaikkan perekonomian, tentu yang dimaksud bukanlah rakyat biasa.

Peningkatan ekonomi yang dimaksudkan adalah perekonomian para pengusaha. Dengan adanya jalan tol, barang akan mudah didistribusikan, waktu tempuh pun singkat, sehingga akan lebih efisien dan hemat biaya. Dengan pendeknya waktu tempuh barang dan jasa akan cepat dinikmati konsumen, sehingga laba yang didapat akan semakin besar.

Berkaitan dengan hal ini, sangat jelas bahwa paradigma pembangunan yang ada bukanlah negara sebagai pengayom atau penjamin kesejahteraan rakyat. Akan tetapi, hanya mengutamakan keuntungan, tingginya pertumbuhan ekonomi dan bagaimana dapat bersaing di dunia Internasional. Pembangunan infrastruktur yang memadai dan terkesan mewah dilakukan hanya demi kepentingan para pengusaha.

Pembangunan mega proyek infrastruktur di negeri ini sesungguhnya hanya dinikmati oleh segelintir orang, sedangkan masyarakat bawah sama sekali tidak merasakan manfaatnya. Mereka yang tinggal dekat dengan jalan tol faktanya tidak bisa langsung menikmati fasilitasnya dan harus puas hanya dengan melihat tembok atau mobil yang lalu lalang. Maka, tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa fasilitas ini dibangun untuk mereka yang memiliki cuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *