Kesehatan

Operasi Bariatrik Tak Sekeren yang Ku Kira!

178
×

Operasi Bariatrik Tak Sekeren yang Ku Kira!

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ayu Ummu Umar
(Pegiat Literasi)

 

Memiliki tubuh yang sehat dan ideal adalah impian bagi setiap insan manusia di muka bumi. Akan tetapi, tidak semua manusia bisa merasakan nikmat sehat tersebut. Terlebih lagi jika tidak disertai dengan pola makan teratur, menu sehat dan seimbang serta pola hidup yang sehat. Maka Kesehatan yang hakiki bagaikan ilusi dari sang pemimpi. Lantas bagaimana dengan yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas?

Obesitas sendiri merupakan penumpukan lemak yang berlebih di dalam tubuh dimana jumlah kalori yang masuk tidak sebanding dengan yang dibakar. Sehingga ketika hal ini dibiarkan cukup lama, akan menyebabkan munculnya berbagai resiko penyakit lain seperti diabetes, hipertensi hingga penyakit jantung. Selain berpengaruh pada kesehatan tubuh, obesitas juga dapat mempengaruhi psikologis penderitanya bahkan bisa memicu stress hingga depresi.

Fenomena obesitas sendiri disebabkan karena selain dari gen, juga faktor budaya masyarakat saat ini yang cenderung bersifat konsumtif dan lebih banyak mengandalkan junk food, fast food, hingga faktor gaya hidup yang kurang gerak (Sedentary Lifestyle).

Dari data World Health Organization, penderita obesitas pada kalangan dewasa semakin meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990 dan meningkat 4 kali lipat pada anak dan remaja di rentang usia antara 5 sampai 19 tahun. Hingga pada 2022, kalangan dewasa dengan obesitas mencapai 43%. WHO (1/3/2024)

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Tanggerang, kasus obesitas merupakan kasus yang cukup banyak ditemukan. Bahkan pada Juni 2023 lalu, terdapat dua pasien obesitas asal Kota Tanggerang, Banten dengan bobot yang mencapai ratusan kilogram. It Works.ID (17/12/2023)

Dengan meningkatnya penderita Obesitas, menyebabkan dunia kesehatan semakin gencar dalam mengembangkan inovasinya. Salah satunya adalah mengurangi bobot berlebih pada pasien obesitas dengan metode operasi bariatrik.
Melansir dari Bisnis Style (8/6/2024), Sejak tahun 2008 operasi bariatrik telah di perkenalkan pada penderita obesitas, dan kini tren operasi bariatrik telah menjamur di kalangan masyarakat filipina, karena mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Seputar Operasi Bariatrik.
Bariatrik sendiri merupakan suatu ilmu pada bidang kedokteran untuk menangani pasien yang memiliki permasalahan dengan berat badan berlebih dan sulit menurunkan berat badan sekalipun telah melakukan diet dan olahraga. Adapun operasi bariatrik adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh dokter ahli bedah dalam upaya membantu menangani pasien untuk meminimalkan timbulnya komplikasi penyakit yang diakibatkan oleh obesitas. Sedangkan, metode operasi bariatrik adalah tindakan manipulatif organ dengan memodifikasi sistem pencernaan baik pada organ lambung ataupun usus kecil. Adapun pemotongan sebagian organ lambung pasien obesitas, dilakukan untuk menurunkan bobot tubuh yang berlebih. Misalnya, dari 100% kapasitas lambung, dihilangkan sebanyak 80% hingga tersisa 20% saja. Dengan demikian, akan membuat lambung sukar untuk menampung asupan nutrisi dalam jumlah yang banyak, disamping itu prosedur tersebut juga meminimalkan keluarnya hormon ghrelin sehingga mampu menekan nafsu makan. Hingga pada akhirnya hal ini berimbas pada penurunan berat badan pada pasien obesitas. Akan tetapi perlu diketahui bahwa, tindakan operasi bariatrik tidak serta merta dapat dilakukan oleh setiap orang terlebih jika bobot tubuhnya tidak memenuhi syarat. Tindakan ini pun hanya dapat dilakukan pada pasien dengan obesitas kelas 3 atau biasa disebut dengan obesitas morbid dimana Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari 40 atau lebih dari 35 karena adanya komplikasi penyakit akibat obesitas yang di derita seperti penyakit jantung, sleep apnea, diabetes dan hipertensi.

Manfaat Operasi Bariatrik

Dari salah satu jurnal kesehatan Porto Biomedical terkait tindakan operasi Bariatrik, sejak tahun 1994 salah seorang dokter ahli bedah telah melakukan tindakan operasi pertama berupa bypass lambung laparoskopi dan tindakan bedah bariatrik, yang pada akhirnya mengalami perkembangan cukup pesat. Hingga pada 2011 diperkirakan metode tersebut telah digunakan di seluruh dunia hingga mencapai lebih dari 340.000 prosedur bariatrik. Hal ini karena manfaat yang di hasilkan pasca prosedur bariatrik yang tidak hanya banyak mempengaruhi perubahan dari segi fisik tapi juga pada psikologis penderita obesitas itu sendiri. Dilansir dari Siloam hospital (10/10/2023), Ada beberapa manfaat dari operasi bariatrik. Diantaranya,
1. Adanya penurunan berat badan dan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Dari penelitian menunjukkan bahwa, penderita obesitas yang mengalami penurunan dan pertahanan berat badan terdapat lebih dari 90%. Serta berat badan yang bertahan, berada pada rentang waktu 1 hingga 5 tahun setelah mengalami penurunan.

2. Peningkatan potensi harapan hidup.
Pada penderita obesitas pasca pembedahan bariatrik, memiliki harapan hidup yang lebih tinggi dibanding pasien obesitas non bedah. Karena komplikasi penyakit pada obesitas morbid telah diminimalkan melalui prosedur bariatrik.

3. Meningkatkan kualitas hidup.
Bagi penderita obesitas yang telah mengalami penurunan berat badan berlebih, akan cenderung merasa lebih percaya diri dan sangat berdampak baik pada interaksi sosialnya. Bahkan, perasaan stres, cemas hingga depresi yang sebelumnya dialami akan berangsur-angsur menurun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *