Opini

Nasib Guru Mengaji Masa Kini

131
×

Nasib Guru Mengaji Masa Kini

Sebarkan artikel ini

Pengurusan negara terhadap hajat publik dan mampu menyejahterakan masyarakat hanya bisa terlaksana secara sempurna manakala negara menerapkan ideologi Islam. Bukan hanya para pegawai, guru, tapi seluruh warga negara diberikan haknya secara optimal dan merata. Dapat berkaca pada kepemimpinan Islam dengan landasannya adalah akidah Islam. Pada masa itu, penghargaan terhadap guru merupakan hal yang luar biasa. Contohnya ketika di masa Khalifah Umar bin Khattab r.a, gaji untuk pengajar adalah sebesar 15 dinar/bulan atau sekitar Rp36 juta. Contoh lainnya pada masa Shalahuddin al Ayyubi berkisar antara 11-40 dinar, atau sekitar Rp26 – Rp96 juta. Pada masa itu seorang guru sangat dihargai dan dimuliakan karena pahala memuliakan seorang guru adalah surga. Rasulullah saw. bersabda seperti yang dikutip dalam Lubab al-Hadits oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi:
“Barangsiapa memuliakan orang berilmu (guru), maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memulikan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga”.

Dalam Islam, negara berperan sebagai raa’in (pengurus rakyat) dan memiliki tanggung jawab besar untuk mengatur segala aspek kehidupan, termasuk mengatur bidang pendidikan. Hal ini seperti dalam hadis Rasulullah:
“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).

Negara juga memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan terkait kurikulum, metode pengajaran, bahan-bahan ajar, termasuk gaji bagi tenaga pengajarnya dengan aturan yang manusiawi dan memuaskan. Pembiayaan pendidikan termasuk gaji guru akan diambil dari baitulmal yang bersumber dari ghanimah, fai, dan kharaj. Kemudian kualitas kemampuan mengajar guru juga akan meningkat karena kemudahan akses terhadap sarana-prasarana yang dibutuhkan. Guru yang terjamin kesejahteraannya akan bisa fokus menjalankan tugasnya sebagai pendidik generasi.

Wallahu a’lam bi shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *