Opini

Moderasi Beragama Sejak Dini Membahayakan Akidah

392
×

Moderasi Beragama Sejak Dini Membahayakan Akidah

Sebarkan artikel ini

Maka, ketika seorang muslim menerima paham moderasi beragama, perilaku, dan pemikiran kita tak ubahnya orang kafir. Sehingga umat Islam sudah tidak akan mampu menjadi penghalang dalam memujudkan strategi dan tujuan kafir penjajah. Lambat laun, umat Islam akan merasa asing dengan aturan agamanya sendiri, padahal jelas konteks moderasi beragama sangat bertolak belakang dengan surat Al-kafirun, “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Toleransi dalam Islam tidak sibuk mencari persamaan antaragama yang sudah nyata berbeda. Tuhan yang disembah berbeda, sudah sepatutnya cara beribadah dan aturan agamanya pun berbeda. Toleransi dalam Islam cukup dengan membiarkan mereka beribadah tanpa mengganggu bahkan ikut campur, seperti menjaga tempat ibadah agama lain ketika mereka sedang beribadah.

Anak-anak usia dini atau SD sangat berbahaya jika mereka diajarkan tentang moderasi beragama. Anak-anak usia ini sedang membutuhkan pendidikan untuk penanaman akidah Islam yang kuat dan sahih atau benar. Usia ini tidak membutuhkan pengenalan tempat ibadah agama lain karena hanya akan menimbulkan kerancuan dan mereka belum memiliki akidah yang kokoh dan akal yang sempurna.

Sebagai seorang muslim, kita memiliki kewajiban menuntut ilmu. Namun, bukan berarti harus mempelajari perihal agama lain. Apalagi untuk anak usia TK atau SD, tidak boleh dilibatkan dalam pembelajaran tsaqafah asing karena akan memengaruhi pola pikir mereka sehingga toleransi beragama akan mengakar tanpa ada batas dan tentu akan membahayakan muslim itu sendiri.

Toleransi beragama cukup dengan tidak menghina agama apa pun, tidak melecehkan pemuka agama, dan tidak mengganggu aktivitas ibadah mereka, bahkan tidak mengusik dan meneror mereka. Begitu pun dengan tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan agama lainnya, tidak membenarkan ajaran mereka, tidak mengikuti ibadah atau perayaan mereka, bahkan tidak menjadikan umat agama lain sebagai pemimpin bagi umat Islam.

Justru ketika kita sebagai muslim mempelajari agama Islam dengan sahih akan muncul sikap menghormati orang lain sekalipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda semata-mata karena dorongan melaksanakan ajaran Islam.

Mempelajari tsaqafah asing adalah haram karena hanya akan memengaruhi pola pikir kita sebagai muslim. Namun, bisa menjadi mubah jika mempelajari tsaqafah asing tidak membahayakan, dan bisa berubah menjadi wajib jika untuk membongkar kebusukan tsaqafah asing tersebut. Tentunya mubah dan wajibnya mempelajari tsaqafah asing adalah bagi muslim yang memiliki kriteria balig dan memiliki akal yang sempurna.

Moderasi beragama adalah suatu hal yang sangat batil karena secara langsung memadankan nilai Islam dengan aturan buatan manusia. Bahkan menempatkan hukum buatan manusia lebih tinggi dibandingkan dengan aturan Allah.

Wallahualam bissawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *