Opini

Moderasi Beragama Sejak Dini Membahayakan Akidah

323
×

Moderasi Beragama Sejak Dini Membahayakan Akidah

Sebarkan artikel ini

 

Oleh Alfaqir Nuuihya
Ibu Pemerhati Sosial

Moderasi beragama yang selama ini digaungkan oleh Barat melalui pemerintah, nyatanya tidak hanya menyasar kaum intelek di institusi pendidikan setingkat perguruan tinggi saja. Bahkan lembaga pendidikan setingkat SD saja tidak luput dari target ambisius tersebut.

Seperti dikutip dari media online kompas.com, 12/01/2024, bahwa di sekolah dasar negri (SDN) Besowo 2, di Desa Besok, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri Jawa Timur, telah dibangun tiga tempat peribadatan sekaligus, yaitu Musholla Al-Amin, Rumah Doa Yohanes, serta Pura Guna Widya Dharma. Bahkan ketiga tempat ibadah tersebut berdiri berdampingan di lahan lingkungan sekolah.

Tujuan dibangunnya tempat-tempat ibadah tersebut adalah agar memudahkan setiap murid sekolah tersebut dalam menjalankan ibadahnya masing-masing karena civitas sekolah tersebut memiliki latar belakang keyakinan yang beragam. Tujuan lainnya adalah untuk mengatasi hambatan saat praktik pelajaran agama, ungkap Yunus Priambodo selaku kepala sekolah SDN tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan tempat-tempat ibadah tersebut telah dilakukan sejak tahun 2023 dengan dukungan dari berbagai pihak. Dengan dibangunnya ketiga tempat ibadah tersebut tidak lain adalah untuk pengenalan moderasi beragama agar sikap toleransi, harmonisasi, dan tenggang rasa bisa berkembang dengan baik di kalangan para siswa.

Sehingga anak-anak memiliki kesadaran bahwa perbedaan keyakinan bukanlah suatu hal yang harus dipermasalahkan, bahkan diharapkan bisa tetap hidup rukun berdampingan. Bahkan ketika ada perayaan salah satu agama bisa dijadikan ladang silaturahim dan mampu saling membantu dalam pelaksanaan perayaan tersebut.

Tidak hanya lembaga pendidikan setingkat SD, lembaga pendidikan setingkat TK saja nyatanya tidak lepas dari sasaran moderasi beragama ini. Beredar video ketika anak-anak TK diajak berkeliling ke beberapa tempat ibadah seperti pura, gereja, dan masjid dengan tujuan untuk menanamkan kekokohan sikap toleransi sejak dini atas beragamnya agama yang berada di Indonesia. Dengan harapan ketika mereka kelak dewasa, mereka tetap mampu memegang teguh sikap toleransi atas dasar Bhinneka Tunggal Ika dan mampu mendudukkan bahwa semua agama benar.

Konteks moderasi beragama memiliki kedudukan bahwa semua agama adalah sama dan benar. Menerima perbedaan keyakinan, bahkan sikap toleransi antarumat beragama ini memiliki tujuan untuk menjaga pertahanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Moderasi beragama adalah proyek besar penjajah Barat yang akan terus digulirkan agar umat Islam menjadi pribadi yang moderat, dalam artian muslim yang mengikuti kemauan pihak Barat termasuk demokrasi, feminisme, dan paham tsaqafah Barat lainnya. Termasuk solusi kehidupan, pemikiran, pemahaman, peradaban Barat, bahkan kita diharuskan menjadi pribadi yang pro terhadap kepentingan Barat.

Sehingga meskipun identitas kita adalah muslim, tetapi tetap menjadi sosok yang menerima, mengadopsi, bahkan menyebarkan Islam ala Barat penjajah tersebut. Sebab sejatinya moderasi beragama adalah rangkaian proses sekularisasi pemikiran Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *