Opini

Meroketnya Angka Pengangguran

67
×

Meroketnya Angka Pengangguran

Sebarkan artikel ini

Oleh : Nina Iryani, SPd

 

Laju inflasi negara berbanding lurus dengan meroketnya angka pengangguran di negri ini.
Sulitnya memperoleh pekerjaan akibat ketidaksesuaian skill dengan permintaan lapangan. Keadaan semakin sulit sejak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sejak Covid 19, hingga kini.

Hal ini terjadi karena banyak perusahaan kecil, menengah hingga perusahaan, pabrik dan usaha-usaha lain yang gulung tikar akibat harga-harga bahan pokok dan lainnya semakin mahal.

Kesulitan juga dialami mereka yang orangtuanya tergolong tidak mampu dan bermasalah tentu anak muda dikekuarga tersebut putus sekolah akibat biaya sekolah yang mahal.

Sedangkan banyak orang-orang asing datang ke Indonesia tiba-tiba mengontrak Freeport, punya tanah dan pabrik, dan sebagainya. Sedangkan kita pribumi jangankan sejahtera, mengenyam pendidikan saja sulit sehingga menambah SDM yang tidak memiliki kemampuan untuk dapat bekerja dengan layak.

Kompas.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa hampir 10 juta penduduk Indonesia generasi Z berusia 15-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan (not in ployment, education and training/NEET).

Bila dirinci lebih lanjut anak muda yang paling banyak masuk NEET justru ada di daerah perkotaan yakni sebanyak 5,2 juta orang dan 4,6 juta di pedesaan.

Fenomena maraknya pengangguran dikalangan gen Z menjadi ancaman serius bonus demografi menuju Indonesia emas 2045. Gen z adalah mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan banyak dari pengangguran berusia muda tersebut tercatat baru lulus SMA sederajat dan perguruan tinggi.

Menurut analisa Ida, faktor utama banyaknya angka pengangguran pada penduduk muda berusia 15-24 tahun ini adalah karena kurang singkronnya pendidikan dan permintaan tenaga kerja.

Allah SWT berfirman:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *