Opini

Menyelamatkan Remaja Muslim dari Bahaya Game Online

70
×

Menyelamatkan Remaja Muslim dari Bahaya Game Online

Sebarkan artikel ini

Oleh : Saridah

(Aktivis Muslimah)

 

Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur kini memiliki Esport Game Room yang memfasilitasi gamers untuk mengembangkan potensi mereka di dunia esports.

Esport Game Room berada di dalam Gedung Bela Diri Kompleks Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Dikelola oleh ESI Kutai Kartanegara, selaku organisasi induk cabang olahraga elektronik.

Ruang khusus para gamers ini diluncurkan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah. Tujuannya, untuk melahirkan talenta-talenta pemain game online profesional yang meraih prestasi di kancah nasional dan internasional. TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG-

Kesadaran Umat

Keluarga dan umat Islam harus menyadari bahaya yang dapat muncul pada remaja yang menyukai game online. Berawal dari kesadaran ini, diharapkan keluarga dan umat Islam akan siaga menjaga anak-anak umat ini dari dampak buruk game online.

Bagaimanapun juga, fasilitas yang digunakan remaja untuk bermain game kebanyakan didapatkan dari orang tua juga. Ditambah negara juga memandang industri game adalah industri yang menggiurkan karena berpotensi mendatangkan keuntungan materi yang besar. Di sinilah, seharusnya umat Islam sadar dan mempertanyakan kepedulian negara ini terhadap masa depan generasi mudanya. Sesungguhnya, sudah sangat jelas dampak buruk game online terhadap masa depan remaja muslim. Sayangnya, kepentingan untuk meraih cuan mengalahkan kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Kaum muslim patut diwaspadai berbagai keburukan yang terjadi akibat anak kecanduan game online. Tidak hanya penyakit fisik dan mental yang muncul pada anak, tetapi juga perilaku buruk terhadap orang lain. Tindak kekerasan, perundungan, pelecehan, hingga pembunuhan bisa diperbuat anak gara-gara temannya tidak bayar utang top up game online, misalnya. Kondisi seperti ini membuat masa depan negeri sangat memprihatinkan. Mayoritas penduduknya muslim dan berusia muda, tetapi produktivitasnya terbajak dan hancur oleh game online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *