Opini

Mengapa Masih Berharap Investasi Asing Untuk Atasi Pengangguran Dan Kesejahteraan?

37
×

Mengapa Masih Berharap Investasi Asing Untuk Atasi Pengangguran Dan Kesejahteraan?

Sebarkan artikel ini

Oleh : Ulif Fitriana

Menyusul adanya badai PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) imbas puluhan pabrik tekstil gulung tikar pemerintah pun memutuskan akan membuka keran investasi bagi China. Dalihnya agar bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Sepintas hal ini seolah menjadi angin segar di tengah keterpurukan ekonomi masyarakat, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dikritisi.

Yang pertama, massifnya impor tekstil ilegal dari China selama ini cukup membuat tekstil dalam negeri kalah di pasaran. Pasalnya, tekstil China memiliki kualitas yang sama bagusnya dengan harga yang jauh lebih murah daripada produk lokal. Yang kedua, daya beli masyarakat diakui atau tidak mengalami penurunan. Tentunya hal ini seiring dengan semakin tingginya biaya hidup (bahan pokok, biaya pendidikan, pajak dll). Yang ketiga, keberadaan investasi asing merupakan ancaman kedaulatan yang nyata bagi negara, mengapa? Sudah bukan rahasia lagi bahwa keberadaan para kapital tersebut bukan semata ingin membantu negeri ini keluar dari krisis akan tetapi keuntungan semata. Di sinilah para kapital dengan leluasa memiliki kuasa untuk mengatur segala sesuatunya demi memuluskan proyek investasi.

Jika ingin menciptakan kestabilan ekonomi, lapangan kerja terpenuhi dan kedauatan terlindungi maka investasi asing bukanlah solusi yang harus diambil pemerintah. Pemerintah harusnya membenahi regulasi ekspor impor untuk melindungi produk-produk dalam negeri misalnya serta menciptakan iklim yang menunjang industri dalam negeri. Selain itu pemerintah juga harus bertanggung jawab penuh terhadap hajat hidup rakyatnya. Memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan serta tidak menjadikan pajak sebagai sumber pendapatan utama. Allah telah menganugerahi negeri ini dengan kekayaan alam yang melimpah yang seharusnya hal itu bisa dinikmati oleh seluruh rakyat. Ironisnya, sebagian besar kekayaan alam tersebut malah berada dalam kekuasaan asing sedangkan untuk pendapatan negara, pemerintah menyedot habis-habisan uang rakyat atas nama pajak. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada dasarnya kedulatan negeri ini telah tergadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *