Opini

Mencegah Pornografi, Pemblokiran Tak Cukup Jadi Solusi

151
×

Mencegah Pornografi, Pemblokiran Tak Cukup Jadi Solusi

Sebarkan artikel ini

Oleh : Ratnasari
(Aktivis Muslimah)

 

Platform X atau dulunya lebih dikenal dengan sebutan Twitter terancam diblokir di Indonesia. Disebabkan diperbolehkannya konten pornografi untuk diunggah pada platform ini.

“Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan, bahwa Indonesia siap menutup platform media sosial X jika platform itu tidak mematuhi peraturan yang melarang konten dewasa.” (voaindonesia..com, 14/06/2024).

Pada kesempatan wawancara itu, Menkominfo Budi juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat peringatan kepada X terkait hal tersebut namun masih belum ada tanggapan dari pihak terkait.

Akhir-akhir ini juga X baru saja memperbaharui kebijakannya mengenai di izinkannya konten pornografi diunggah.
“Berdasarkan Pusat Bantuan X, platform ini mengizinkan konten dewasa sejak Mei 2024.” (cnbcindonesia..com, 16/06/2024)

Alih-alih atas dasar suka sama suka maka X memperbolehkan para pengguna untuk mengunggah konten dewasa tersebut.
Dan diperbolehkannya mengunggah konten pornografi pada platform X ini, menunjukkan kebebasan perilaku menjadi nilai yang diusung oleh X. Yang mana, konten pornografi pun menjadi bisnis yang cukup menggiurkan dalam pandangan sistem kapitalisme.

Tagar #tolakblokirx pun sempat menjadi trending pada platform ini. Sejumlah pengguna X mengunggah konten yang berisikan perasaan kesal, lantaran X akan diblokir di Indonesia. Mereka beranggapan bahwa platform X mampu memberikan dampak positif lebih ketimbang dampak negatifnya. Semisal membantu dalam penggalangan dana, menaikkan umkm bahkan isu berita lebih cepat tersebar di X.

Ada juga yang menyatakan bahwa tujuan pemerintah memblokir X untuk mencegah konten dewasa itu hanya sebatas alasan saja. Sebab platform X dianggap terbukti dalam mencerdaskan para netizen terutama mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Berikut kutipan salah satu komentar pengguna X terkait penutupan mendatang,
“Halah konten porno mah alibi, aslinya mah paling biar netizen ga bisa hujat/ kritisi pemerintah jir, disini kan masif dan lebih cepet naik kalo lagi trending. Plus kalo nemu yg bener disini jg lebih kritis drpd sosmed lain wkwkwk.” (@pinuy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *