Opini

Live Bullying, Bukti Kejahatan Makin Genting

96
×

Live Bullying, Bukti Kejahatan Makin Genting

Sebarkan artikel ini

Oleh: Inang

(Mahasiswa UM Buton)

 

kasus bullying tidak pernah ada habisnya. Makin marak bentuk dan jumlahnya juga makin banyak. Apalagi pelaku bullying dan korbannya adalah anak di bawah umur. Pelaku bullying juga semakin berani, lho. Bahkan tidak segan untuk melakukan bullying secara live di media sosial mereka sendiri.

Seperti kasus yang baru-baru ini terjadi di daerah Bandung. Aksi perundungan remaja ini sampai viral di media sosial Instagram, lho. Pelaku berinisial YW alias U melakukan bullying dengan cara memukul korban yang berinisial D menggunakan botol kaca dan menyiarkan secara langsung di akun Tiktok. Video aksi bullying atau perundungan terhadap anak di bawah umur di Bandung, viral di media sosial Toktok. Video itu viral dan dibagikan ulang melalui media sosial, salah satunya lewat akun X atau Twitter @basebdg, Sabtu (27/4/2024).

Dalam video yang beredar, tampak pelaku meminta seorang anak laki-laki membuka aplikasi WhatsApp di ponselnya.Namun karena tidak dituruti, pelaku melakukan perundungan dengan memukul kepala korban dengan botol kaca. Akibatnya, korban yang terluka lalu menangis.

Penjelasan polisi Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah Murdiani mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan adanya tindak perundungan anak di bawah umur yang disiarkan melalui TikTok. Polrestabes Bandung melalui jajaran Jatanras (Direktorat Kejahatan dan Kekerasan) masih melakukan upaya penangkapan. Tak hanya itu, setelah video perundungan viral di media sosial, pelaku membuat video lain yang berisi pengakuan kalau pelaku mempunyai saudara seorang Jendral TNI (video.tribunnews, 29-4-2024).

Kasus bullying itu bisa berdampak buruk bagi korban. Biasanya korban bullying akan mengalami trauma bahkan bisa depresi. Mengapa kasus bullying ini terus muncul? Sebenarnya banyak sebab salah satunya karena sistem sekulerisme yang menjadikan standar kehidupan sangat jauh dari aturan Islam. Tak hanya itu, perundungan atau bullying juga dikarenakan lemahnya ketakwaan individu, rapuhnya keluarga, belum lagi rusaknya sistem pendidikan yang ada. Selain itu, masyarakat saat ini jauh dari kepedulian massal untuk amar makruf nahi munkar. Bebasnya media massa dan media sosial, aparat yang lamban dalam menangani kasus, serta sistem sanksi yang tidak tegas kepada pelakunya, semakin menambah menjamurnya kasus bullying.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *