Opini

LAGI TREND JUDOL SAAT INI, MENGAPA?

44
×

LAGI TREND JUDOL SAAT INI, MENGAPA?

Sebarkan artikel ini

Oleh : Ika Wulandriati, S.Tp

Lagi – lagi judol (judi online) menjadi pemberitaan hangat pada hampir media. Seperti yang diberitakan salah satunya oleh detikNews.
Polisi menangkap tujuh orang tersangka judi online di salah satu unit apartemen kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar). Sindikat tersebut diduga meretas situs pemerintah dan universitas untuk mengiklankan judi online.
“Tersangka tersebut memasarkan atau mengiklankan situs judi online dengan cara meretas dan mengubah tampilan website pemerintah maupun pendidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andri Kurniawan kepada wartawan, DetikNews, Rabu (10/7/2024).

Menurut PPATK, ada beragam modus dalam perputaran uang judi online. Pertama, penggunaan rekening nominee untuk melakukan deposit dan penarikan dana terkait perjudian. Kedua, menggunakan jasa money changer sebagai pusat untuk mengumpulkan uang, perputaran uang, dan dalam transaksi lintas negara. Ketiga, penggunaan usaha restoran di perumahan elite untuk menyembunyikan aktivitas judi. Keempat, menggunakan virtual account, e-wallet, serta aset kripto sebagai sarana pembayaran jasa. Semua itu dilakukan untuk mengelabui penghimpunan dan pembayaran dana. Muslimah news, nindira aryudha (17/02/2023).
Bukan rahasia lagi jika banyak oknum aparat juga terlibat dalam penggunaan judi online ini, tetapi penanganan dan pengusutan tidak terselesaikan secara tuntas.

Diakui ataupun tidak, hukum sekuler yang ditetapkan di Indonesia memang meniscayakan untuk melegalkan perjudian. Hukum sekuler bekerja bukan berdasarkan standar halal haram, melainkan berdasarkan kebermanfaatan. Bisa saja suatu saat judi online dipandang bermaslahat sehingga keberadaannya bukan lagi sesuatu yang harus dilarang. Bahkan beberapa figur publik juga ikut mendukung judi online tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *