Opini

Kriminalitas Remaja Kian Merajalela

138
×

Kriminalitas Remaja Kian Merajalela

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dewi Kania
(Aktivis Dakwah)

Anak adalah amanah yang dititipkan Allah kepada kita
untuk disayangi dan dididik dengan baik. Setiap orang tua wajib mendidik dan membimbing anak-anaknya. Memberikan pendidikan formal dan non formal , makanan yang halal, pakaian dan juga perhatian dalam tumbuh kembangnya.

Seiring perkembangan zaman, perhatian orang tua harus ekstra dalam perkembangan anak. Laki-laki maupun perempuan sangat penting dalam menjaga pergaulan, maka tugas ayah sangat dibutuhkan sebagai sosok yang menjadi panutan dalam sebuah keluarga.
Tanggung jawab seorang ayah bukan sebatas pemberian material saja, walaupun tidak menutup kemungkinan materi juga dibutuhkan untuk menunjang pendidikan. Lebih dari itu perhatian jauh lebih penting terutama pendidikan agama yang selalu ditanamkan dalam kehidupannya.
Memberikan pendidikan dan dukungan yang terbaik untuk anak merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh orang tua.

Namun sayangnya beberapa kasus yang terjadi di masyarakat membuat kita takut. Pasalnya kriminalitas sering kali melibatkan anak-anak sebagai pelaku. Seperti yang terjadi di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Tiga anak remaja menganiaya Airul Harahap (13), mereka sama-sama santri di sana. Ketiganya merupakan senior Airul, mereka membully yang berakhir dengan kematian.
Dan Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Tebo telah menjatuhkan vonis terhadap dua tersangka, yaitu AR(15) divonis dengan hukuman 7 tahun 6 bulan penjara, sedangkan RD(14) divonis lebih ringan dengan hukuman 6 tahun 6 bulan penjara.

Maraknya kriminalitas di kalangan remaja akhir-akhir ini, jelas sangat mengkhawatirkan. Remaja sebagai sosok generasi penerus harus memiliki akhlak yang mulia, jiwa kepemimpinan, serta bertanggungjawab bukan sebaliknya.

Kendala orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak sangat komplek di zaman modern ini.
Orang tua harus mampu bersaing dengan media elektronik. Seperti gadget, di mana mereka lebih banyak berinteraksi dengan media sosial dibanding dengan orangtua. Ditambah dengan lingkungan sekitar rumah yang sangat besar pengaruhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *