Opini

Kriminalitas Makin Kronis, Butuh Solusi Komprehensif

114

Oleh: Apriani

(Pegiat Literasi)

 

Tindakan kriminal bagaikan hidangan sehari hari, sangat sering terjadi dinegeri ini. Ironi, hidup di negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, namun kasus kriminal sangat tinggi. Hampir setiap hari disajikan berita kasus kriminal mulai dari Pelecehan, bullying, mutilasi yang sampai merenggut nyawa.

Sejumlah kasus pembunuhan secara sadis terjadi di beberapa daerah belakangan ini, seperti Bekasi, Ciamis dan Bali. Kasus kriminalitas ini menjadi sorotan publik nasional. Bagaimana tidak, berita yang tersebal disosial media sangat mengerikan. Kasus pembunuhan dalam koper terjadi dibekasi, kasus mutilasi di Ciamis, kasus pembunuhan PSK di Bali (cnnindonesia, (05/05/2024).

Dilansir dari tirto.id Keluarga taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda Jakarta Utara berinisial P (19) yang tewas karena diduga dianiaya senior menyatakan akan menuntut pertanggungjawaban pihak kampus karena membiarkan peristiwa ini terjadi. Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kejadian ini. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya(PMJ) menyatakan penanganan kasus taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda Jakarta Utara berinisial P (19) yang diduga dianiaya senior, ditangani Polres Metro Jakarta Utara.

Selain itu, dilansir dari republika.co.id polisi telah menetapkan TR seorang suami yang memutilasi istrinya YN di Dusun Sindangjaya, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jumat (3/5/2024) sebagai tersangka. Penetapan tersangka berdasarkan pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara.

Kasus kasus tersebut terjadi karena penerapan sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan di negeri ini. Dimana sistem ini menganut kebebasan berprilaku, sehingga masyarakatnya mersa bebas melakukan apapun yang mereka mau, termasuk dalam hal melakukan tindakan kriminal. Karena mereka berpandangan hal tersebut adalah bagian dari kebebasan mereka dalam bertindak.

Hal diatas hanyalah sekelumit peristiwa yang terjadi, Jika ditelaah kembali, kondisi kerusakan generasi saat ini tidak lepas dari pengaruh faham liberalisme dari Barat, yang notabene tidak mengindahkan keyakinan agama. Generasi muda bebas berbuat apa saja yang mereka mau.

Pengaruh liberalisme dari barat sudah merusak pemikiran dan gaya hidup masyarakat indonesia bahkan minim nya pemahaman tentang agama dan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar yang membuat pemikiran liberal(bebas) semakin bertumbuh dan berkembang, bukan sekali ini saja kita mendengarkan kabar seperti pembunuhan, aborsi dan perzinahan yang kerap terjadi di kalangan masyarakat, namun hanyalah dianggap bagaikan angin lalu.

Dalam sistem kapitalisme nyawa manusia bukanlah sesuatu yang penting untuk dilindungi. Bagaimana tidak, Kepuasan jasmani dan Materi menjadi prioritas dalam masyarakat sekuler, yang akan didapatkan apapun caranya.  Hal ini juga berpengaruh dalam pengendalian emosi ketika memiliki kehendak.

Fakta seperti ini disebabkan banyak faktor, diantaranya pertama, desakan ekonomi. Kebutuhan masyarakat semakin tak terjamin pemenuhannya. Masyarakat dibiarkan sendiri memenuhi kebutuhannya masing-masing tanpa adanya campur tangan negara. Sehingga hal ini menyebabkan pelaku kriminal untuk menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhannya termasuk melakukan kriminal. Kedua, tidak adanya jaminan keamanan dan kesejahteraan dari negara. Negara saat ini abai terhadap pengurusan urusan rakyatnya. Jikapun ada bantuan sosial, hal ini tidak membantu secara signifikan bagi masyarakat. Terlebih lagi faktor keamanan, negara tidak memberikan kepastian bagi setiap masyarakatnya.

Exit mobile version