Opini

Kesejahteraan Buruh “Mati Suri” di Tangan Kapitalisme

70
×

Kesejahteraan Buruh “Mati Suri” di Tangan Kapitalisme

Sebarkan artikel ini

 

Oleh Triana Amalia
Aktivis Muslimah

Kebanyakan manusia di dunia ini berperan sebagai pekerja. Hanya segelintir manusia yang menjadi pemilik modal. Kesejahteraan pekerja ini selalu dipermainkan oleh pemilik modal serta pemilik perusahaan. Karena impitan itulah, para pekerja mengadakan aksi yang diberi gelar, “Hari Buruh Internasional.”

Sejarah Hari Buruh Internasional diawali oleh aksi demonstrasi para buruh di Chicago, Amerika Serikat, tahun 1886. Para buruh menuntut jam kerja 8 jam per hari, 6 hari seminggu, dan upah yang layak. Aksi ini kemudian diwarnai dengan kerusuhan juga tragedi Haymarket Affair. Sejak saat itu, 1 Mei diperingati setiap tahunnya.
Organisasi Buruh Internasional (ILO) belum secara resmi mengumumkan tema Hari Buruh Internasional 2024. Mengacu pada laporan ILO tentang Tren Ketenagakerjaan dan Sosial 2024, dua isu utama yang menjadi sorotan, adalah:

1) Tingkat pengangguran global yang tinggi: diperkirakan 200 juta orang lebih masih menganggur pada tahun 2024.

2) Kesenjangan sosial yang semakin melebar: ketimpangan antara kaya dan miskin semakin parah, dengan 1% populasi terkaya dunia menguasai lebih dari setengah kekayaan global. (media online tirto.id, 26/04/2024)

Bercermin dari fakta tadi, adapun survei yang menunjukkan sebanyak 69% perusahaan di Indonesia berhenti merekrut karyawan baru pada tahun lalu lantaran khawatir ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Survei tersebut berdasarkan pada Laporan Talent Acquisition Insights 2024 oleh Mercer Indonesia. Dari 69 persen jumlah itu, 67 persen di antaranya merupakan perusahaan besar. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 23 persen perusahaan di Tanah Air melakukan PHK pada 2023, sementara rata-rata globa; sebesar 32 persen. (media online CNN Indonesia, 26/04/2024)

Penyebab pengangguran yang diungkap survei tersebut dinyatakan, sebagai berikut: perusahaan akan melihat talenta terbaik. Sumber daya manusia (SDM) akan terkalahkan oleh teknologi AI, tetapi pekerjaan sebagai ilmuwan dan pembuat konten AI diperkirakan akan meningkat.

Prioritas perekrutan bagi para pemimpin SDM pada tahun ini ditekankan para manusia yang mahir mengendalikan teknologi, agar perusahaan bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan dan pelatihan ulang bagi karyawan.

Contoh kasus PHK yang baru terjadi yaitu PHK mengancam karyawan Smelter Timah di Bangka Belitung. Penyebabnya adalah Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita lima smelter atau pemurnian biji timah di Bangka Belitung (Babel). Hal ini berkaitan dengan kasus korupsi tata niaga timah di wilayah IUP milik PT.

Timah Tbk periode 2015–2022 dengan taksiran kerugian lingkungan mencapai Rp271 triliun. Terkait hal itu, Ketua Departemen Hukum Acara Universitas Indonesia, Junaedi Saibih menilai langkah yang dilakukan bisa mendatangkan gelombang PHK disebabkan karena tidak adanya produksi yang bisa dilakukan smelter. (media online inews.id, 28/04/2024)

Tepat tanggal 1 Mei 2024, geeksforgeeks.org, mengumumkan tema Hari Buruh Internasional 2024 adalah, “Social Justice and Decent work for All.” Berbagai permasalahan buruh mulai dari upah rendah, kerja tak layak, hingga merebaknya PHK dan sempitnya lapangan kerja, yang membuat nasib buruh terlihat “mati”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *