Opini

Kenaikan UKT Potret Kapitalisasi Dunia Pendidikan

80
×

Kenaikan UKT Potret Kapitalisasi Dunia Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Oleh Ernita S

 

Dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja, pasalnya kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) menjadi permasalahan bagi pihak mahasiswa maupun pihak kampus. Selain itu, apabila orang tua mau menyekolahkan anaknya sampai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Apalagi UKT mengalami kenaikan pastinya membuat orang tua semakin keberatan ditengah-tengah ekonomi yang sulit.

Sejumlah mahasiswa baru di PTN memprotes melambungnya besaran UKT. Mereka berharap ada solusi dari pemerintah terkait kenaikan UKT. Salah seorang mahasiswa baru di Universitas Negeri Yogyakarta, yang tidak mau disebut namanya, mengaku mendapat UKT golongan 5 dengan besaran Rp6,3 juta. Mahasiswa asal Ciamis, Jawa Barat ini mengatakan besar UKT yang ditetapkan bagi dirinya itu di luar kemampuan ekonomi keluarga dia. (cnnindonesia.com, 25/5/2024)

Tidak dipungkiri bahwa kuliah saat ini memang tidak membutuhkan biaya yang sedikit. Namun UKT yang sangat mahal apalagi mengalami kenaikan semakin memberatkan mahasiswa dan membebani orang tua. Pasalnya beberapa kampus negeri telah menetapkan besaran UKT bagi mahasiwa baru yang angkanya naik secara tidak wajar dibanding tahun ajaran sebelumnya sehingga menyebabkan terjadinya demonstrasi.

Kenaikan biaya UKT yang tinggi tengah ramai dibicarakan, bahkan menuai aksi protes dari para mahasiswa. Mereka menuntut agar pihak rektorat dan pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan UKT dan mencari solusi yang lebih pro rakyat. Terkait hal ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek Tjitjik Sri Tjahjandarie merespons gelombang kritik terkait UKT di perguruan tinggi yang kian mahal. Tjitjik menyebut biaya kuliah harus dipenuhi oleh mahasiswa agar penyelenggaraan pendidikan itu memenuhi standar mutu. (Cbcindonesia.com, 25/5/2024)

Seluruh biaya yang ada di PTN merujuk pada Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi (SSBOPT). Perubahan PT menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) ikut berpengaruh dalam menentukan UKT. Salah satu hal yang mempengaruhi konsisi PT adalah adanya program WCU (World Class University) yang mengharuskan adanya syarat-syarat tertentu yang tentu membutuhkan biaya yang mahal, termasuk konsep triple helix yang menjalin kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan perguruan tinggi. Sehingga membuat orientasi tak lagi pada pendidikan namun lebih banyak memenuhi tuntutan dunia industri.

Kenaikan UKT bisa berdampak fatal pada dunia pendidikan saat ini. Dimana masyarakat semakin sulit untuk mengakses pendidikan tinggi apalagi bagi orang menengah kelas ke bawah. Padahal akibat dari jangka panjangnya negeri ini akan kekurangan generasi terdidik yang melanjutkan kepemimpinan. Hal ini juga akan berpotensi menjadi jajahan bangsa lain jika kekurangan orang-orang intelektual.

Ketetapan biaya kuliah yang tinggi merupakan konsekuensi implementasi dari tata kelola pendidikan yang kapitalistik liberal. Dimana PTN sudah tidak lagi dijadikan sebagai pendidikan murni namun sebagai ladang bisnis yang hasilnya komersialisi kampus yang tidak dapat dihindari. Pendidikan tidak ubahnya suatu barang komoditas yang diperjual belikan untuk memperoleh keuntungan darinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *