Opini

Kenaikan UKT Ditunda, Solusi atau Ilusi?

127
×

Kenaikan UKT Ditunda, Solusi atau Ilusi?

Sebarkan artikel ini

Oleh: Indah Rizky Aulia

Mahasiswi

 

Mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia resah dengan kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang naik berkali-kali lipat, pasalnya kenaikan UKT dinilai melonjak tinggi. Dikutip dari narasi.tv, menyatakan bahwa kenaikan UKT di Universitas Indonesia sebagai salah satu kampus ternama, besaran UKT pada tahun 2024 naik dibandingkan tahun 2023, UKT kelompok 3 pada tahun 2024 menjadi Rp7,5 juta—Rp12,5 juta. Pada tahun sebelumnya, UKT kelompok 3 dipatok sebesar Rp2 juta sampai Rp4 juta saja. Dari kampus lainnya Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) tidak meningkatkan biaya UKT untuk golongan satu dan dua. Namun, untuk UKT golongan tiga hingga delapan, besaran biaya kuliah meningkat. Peningkatan tersebut, terjadi pada UKT kelompok tujuh yang mencapai Rp30.000.000 pada tahun ini, naik dari tahun sebelumnya yang dipatok Rp17.500.000.

Hal ini pun terjadi sama di berbagai PTN baik PTN BLU (perguruan Tinggi Negeri Badan layanan umum) maupun PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Alhasil banyak calon mahasiswa baru (CaMaBa) yang mengurungkan niat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi karena mendapatkan UKT yang tergolong tinggi. Dikutip dari nasional.tempo.co, seperti yang di sampaikan Presiden Mahaiswa Unri (Universitas Riau), Muhammad Ravi menyatakan “Kami melihat hampir 50-an calon mahasiswa menyampaikan tidak bisa lanjut sebagai mahasiwa baru dikarenakan UKT yang tersistem itu tidak sesuai dengan ekonomi mereka,” ujarnya saat RDPU di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2024 (12/6/24).

Dari banyaknya respon mahasiswa yang mengkritiki kebijakan terkait kanaikan UKT di tahun 2024 direspon positif oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Bahwasannya per tanggal 27 Mei 2024, secara resmi mengirimkan surat kepada rektor PTN dan PTNBH untuk membatalkan dan mencabut rekomendasi dan persetujuan tarif UKT dan IPI 2024 DI 75 PTN dan PTNBH. Ditinjau dari keputusan bahwa kenaikan UKT dan IPI dibatalkan, apakah dengan keputusan ini menjadi solusi tuntas untuk mengatasi persoalan biaya pendidikan yang tinggi di PTN.

*Paradigma Pendidikan Dalam Sistem Kapitalisme*
Kenaikan biaya UKT menjadi bagian persolan bahwa dunia pendidikan sedang dalam masalah. Idealnya pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin oleh Negara untuk setiap warga. Secara regulasi wajib belajar bagi setiap warga Negara memang hanya 12 tahun namun, dengan arah pendidikan saat ini belum bisa mencetak generasi yang unggul. Hal ini terdapat banyak fakta bahwa generasi sedang mengalami persoalaan mulai dari krisis identitas, krisis akhlak dan moral ataupun krisis potensi unggul di masa muda sebagai agent of change pun tergerus. Belum lagi diperparah dengan potret mahasiswa yang terlilit hutang demi menempuh pendidikan yang mahal bukan menjadi persoalaan yang asing lagi. Kasus student loan (mahasiswa yang terjerat hutang untuk biaya pendidikan) pun meningkat. Mahasiswa dituntut untuk belajar di kampus namun disisi lain mereka disibukkan dengan upaya untuk membayar biaya pendidikan yang tinggi tak jarang dari mereka yang memutuskan untuk bekerja ataupun berhutang.

Kenaikan UKT bukanlah suatu yang tiba-tiba, melainkan sudah terjadi berulang. Hal ini dimulai sejak diberlakukannya UU PTN BH, pada UU ini terdapat aturan bahwa terjadi pemangkasan biaya ditanggung oleh Negara yang pada akhirnya diberikan kepada otonomi kampus untuk mencari sumber pendanaan untuk keberlangsungan kampus. Sehingga tak heran melalui kebijakan ini, PTN BH khususnya menetapkan besaran biaya pendidikan di PTN. Hal ini didukung dengan UU NO.20 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang merubah status PTN menjadi PTN BH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *