Opini

Kematian Akibat DBD Makin Meningkat

101
×

Kematian Akibat DBD Makin Meningkat

Sebarkan artikel ini

 

Oleh Siti Ningrat

Aktivis Muslimah

 

Kementerian kesehatan Kemenkes mencatat kasus kematian tertinggi akibat demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Wilayah yang paling banyak jumlah kematiannya berada di sekitar kabupaten Bandung, sebanyak hampir 29 orang meninggal dunia akibat terjangkitnya DBD. Sementara kabupaten Jepara menempati peringkat kedua dengan jumlah kematian hampir mencapai 21 orang. Pada urutan ketiga ada di seputaran kota Bekasi 19 kematian. Kemudian di kabupaten Subang ada 18 kematian dan di kabupaten Kendal ada 17 kematian.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, membenarkan adanya kematian yang diakibatkan DBD dengan jumlah sebanyak 29 kematian. Ia mengaku telah menginstruksikan Dinkes daerah kabupaten Bandung untuk cepat menangani kasus tersebut. Dadang Supriatna telah menginstruksikan dalam rapat kepada bu kader kesehatan untuk segera melakukan fogging yang pertama di desa Bojong emas kecamatan Solokan jeruk. Kedua, melalui beberapa elemen masyarakat dan penggerak PKK, serta seluruh stakeholder yang ada, upaya harus bersih-bersih lingkungan. Pemkab Bandung mempunyai program bersih-bersih secara secara massal dengan mengadakan gerakan jumsih Jumat bersih dan mingsih Minggu bersih untuk membersihkan lingkungan sehingga nyamuk yang berkeliaran itu betul-betul bisa dibasmi di lingkungan masing-masing. Sementara itu, data kasus terbanyak DBD saat ini di Bandung sudah mencapai sebanyak 3.468 kasus DBD. Kedua ada di kabupaten Tangerang Banten dengan 2.540 kasus dan kota Bogor pada peringkat ketiga yakni 1.944 kasus. Kemudian ada kota Kendari Sulawesi tenggara dengan 1.650 kasus. Sementara ranking 5 kasus DBD tertinggi yaitu kabupaten Bandung Barat dengan 1.576 kasus.

DBD penyakit yang sangat berbahaya sebab tingkat kematiannya tinggi dan hingga kini belum ditemukan obatnya. Penyakit DBD sebagian besar yang terjangkit adalah banyak menyerang anak-anak. Adapun penyebabnya adalah musim hujan yang membuat jentik nyamuk sangat mudah berkembang biak dikarenakan oleh banyaknya genangan air yang dibiarkan di sekitar pemukiman-pemukiman seperti talang air ban bekas kaleng botol sampah dan sebagainya. Penyakit DBD adalah penyakit yang dapat dicegah salah satunya dengan cara melakukan PSN 3M yaitu pemberantasan sarang nyamuk, dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan dengan mendaur ulang barang yang memiliki potensi untuk dijadikan sarang nyamuk aedes aegypti.

Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari penyuluhan pentingnya PSN 3M, hingga fogging (pengasapan dengan dengan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa dengan skala yang luas). Namun, faktanya wabah DBD trennya malah makin naik? setidaknya ada tiga alasan.

Pertama, ruang hidup rakyat yang amat memprihatinkan. Dikarenakan mayoritas masyarakat Indonesia tidak bisa mengakses rumah unik yang layak huni. Jangankan untuk bisa menjaga lingkungannya untuk tetap bersih dan sehat, tinggal di rumah layak huni ini saja masih sulit karena masih banyak dari mereka yang tidak memiliki rumah dan terpaksa menggelandang.

Kedua, mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah alias miskin untuk bisa memenuhi asupan bergizi pada anak saja masih kesulitan padahal agar penanganan DBD berhasil, imunitas tubuh harus terjaga salah satunya dengan memberikan asupan bergizi pada anak, jangankan asupan bergizi untuk bisa makan kenyang saja masih kesusahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *