Opini

Keluarga Berkualitas hanya ada dalam Sistem Islam

54
×

Keluarga Berkualitas hanya ada dalam Sistem Islam

Sebarkan artikel ini

Oleh Maya Herlinawati
Muslimah Peduli Umat

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghadiri puncak Harganas yang ke-31, sabtu 29 Juni 2024 di Lapangan Simpang Lima, Semarang Jawa Tengah. Dalam sambutannya beliau mengatakan, keluarga merupakan penentu dan kunci dari kemajuan suatu bangsa. Maka dari itu, pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk meyiapkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing.

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tahun 2024 bertema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas” dikatakan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Tak dapat disangkal peringatan Harganas yang setiap tahun diadakan tidak ubahnya hanya seremonial saja. Keluarga berkualitas menuju Indonesia emas hanya sekadar wacana, karena sekularisme telah merampas potret kekuarga ideal.

Faktanya, hari ini fungsi keluarga tidak bisa terwujud dengan baik, yang nampak dari berbagai masalah serius pada keluarga, seperti tingginya kemiskinan, stunting, KDRT, terjerat pinjol, perceraian dan lain-lain. Semua akibat kebijakan negara yang mengakibatkan banyak permasalahan pada keluarga.

Liberalisasi UU Minerba memberi peluang kepada para pemilik modal dan oligarki untuk menguras Sumber Daya Alam (SDA) milik rakyat. Kekayaan hanya terpusat pada pihak-pihak tertentu. Rakyat makin miskin, lapangan pekerjaan makin sulit, PHK besar-besaran di berbagai instansi.

Islam memiliki gambaran keluarga yang ideal dengan berorientasi pada kehidupan akhirat tanpa melupakan kehidupan di dunia. Keluarga dibangun atas dasar akidah Islam. Masing-masing anggota keluarga memiliki hak dan kewajiban yang diatur dengan syariat Islam.
Sudah semestinya dalam keluarga penuh dengan kasih sayang, saling melindungi antar anggota keluarga. Keluarga juga menjadi wadah bagi anak-anaknya, tumbuh dan berkembang.
Peran seorang ibu sebagai ummu warabatul bayt dan madrasatul ula bagi anak-anaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *