Opini

Kelaparan Melanda Dunia, Islam Punya Solusi

68
×

Kelaparan Melanda Dunia, Islam Punya Solusi

Sebarkan artikel ini

Ditulis oleh : Tika Kartika | Penggiat Literasi

Organisasi Pangan Dunia atau FAO yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengungkapkan masih banyaknya kelaparan akut di 59 negara atau wilayah, dengan jumlah 1 dari 5 orang di negara itu mengalami kelaparan akibat permasalahan pangan akut. Dikutip: cnbcindonesia.com

Berdasarkan laporan mereka bertajuk Global Report on Food Crises 2024, tercatat sebanyak 282 juta orang di 59 negara mengalami tingkat kelaparan akut yang tinggi pada 2023. Jumlah orang kelaparan pada 2023 itu meningkat sebanyak 24 juta orang dari tahun sebelumnya. Dikutip: cnbcindonesia.com

Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya cakupan laporan tentang konteks krisis pangan serta penurunan tajam dalam ketahanan pangan, terutama di Jalur Gaza dan Sudan. Dikutip: cnbcindonesia.com

Krisis pangan tengah melanda dunia hingga menyebabkan meningkatnya angka kelaparan dari tahun ke tahun diberbagai negara. Anak-anak dan perempuan menjadi sasaran utama dalam krisis kelaparan ini. Lebih dari 36 juta anak di bawah usia 5 tahun kekurangan gizi akut di 32 negara.

Persoalan kelaparan ini tak pernah usai, yang ada justru angkanya terus meningkat. Ini menjadi bukti ketidakmampuan sistem saat ini yang diakui dan diterapkan banyak negara di dunia yaitu sistem kapitalisme global, sistem ini nyatanya tak membuat rakyat sejahtera secara menyeluruh.

Lapangan kerja yang semakin sempit dan sulit, upah yang tak sesuai dengan curahan kerja, belum lagi banyaknya potongan-potongan yang mengatasnamakan kesejahteraan. Dengan kata lain, pada akhirnya rakyat harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhannya, sehingga kesenjangan dalam masalah ekonomi menjadi suatu keniscayaan.

Selain itu, SDA (sumber daya alam) yang seharusnya bisa dinikmati oleh rakyat secara merata nyatanya hanya dinikmati oleh segelintir orang. Di dalam sistem kapitalis, pemerintahan dikendalikan oleh penguasa dan pengusaha (pemilik modal). Mereka bisa menikmati kekayaan alam dengan leluasa tanpa harus memikirkan kondisi rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *