Opini

Kelaparan Akibat Salah Dalam Mengatur Kebutuhan Pangan Umat

96
×

Kelaparan Akibat Salah Dalam Mengatur Kebutuhan Pangan Umat

Sebarkan artikel ini

Solusi Paling Tepat hanya Dalam Sistem Islam

Islam hadir untuk mengatasi kegagalan dunia dalam mengatasi krisis kelaparan. Karena solusi yang di tawarkan aturannya bersumber dari Allah SWT sebagai Sang Khaliq dan sebagai Al Mudabir.

Dalam pandangan Islam, seorang pemimpin wajib bertanggungjawab terhadap urusan rakyatnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok, seperti kebutuhan pangan, sandang dan papan.

Rasulullah telah bersabda :
” Imam atau pemimpin adalah pengurus dan ia bertanggungjawab terhadap rakyat diurusnya” (HR. Muslim dan Ahmad)

Negara adalah penanggungjawab utama mengurusi hajat rakyat. Pemimpin sebagai raa’in (pelayan/pengurus), junnah (pelindung).

Selain itu negara adalah ujung tombak dalam pengelolaan pangan. Harus memberikan dukungan kepada para petani, dengan membuka seluas-luasnya lahan pertanian. Tanah negara dan tanah rakyat yang menganggur dan tidak dikelola dapat dirubah menjadi lahan-lahan pertanian yang produktif dan diberikan kepada siapapun yang mau mengelolanya.

Berbagai kemudahan akan diberikan negara kepada para petani, seperti kemudahan perizinan penggunaan lahan, infrastruktur, subsidi dan pemodalan gratis. Selain itu juga memanfaatkan lembaga-lembaga penelitian (riset) dalam pengembangan produksi panganpangan sesuai kebutuhan petani.
Lembaga-lembaga ini akan dikelola negara, bukan korporasi.

Dalam kepemimpinannya, negara Daulah melepaskan diri dari ikatan-ikatan Internasional, karena bila terikat, seluruh kebijakan negara akan terikat pada lembaga tersebut.

Pasokan pangan hanya diurus negara, tidak diberikan pada pihak korporasi. Korporasi hanya boleh terlibat pada proses penjualan di pasar-pasar.

Untuk mewujudkan kedaulatan pangan, Daulah tidak boleh bergantung pada impor. Menertibkan rantai distribusi dari petani sampai ke konsumen.

Para spekulan, kartel, agen yang menimbun dan memainkan harga, ditindak tegas dengan penegakan hukum sanksi dalam Islam.

Negara Daulah menerapkan konsep kepemilikan Islam, diantaranya kepemilikan individu, kepemilikan publik dan kepemimpinan negaranegara, termasuk sumber daya alam, seperti hutan, migas, tidak boleh dikuasai oleh segelintir orang.
Negara wajib mengelola dan mengembalikan untuk kemaslahatan rakyat.

Demikian tata aturan negara Islam dalam menyelesaikan persoalan pangan, yang sangat berbeda sekali dengan konsep aturan yang diterapkan dalam negara yang menggunakan sistem kapitalis.

Wallahua’lam bishshawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *