Opini

Kecelakaan Sering Terjadi Dimana Peran Negara

77
×

Kecelakaan Sering Terjadi Dimana Peran Negara

Sebarkan artikel ini

Oleh Unmu Muthya
Ibu Rumah Tangga

 

Telah terjadi kecelakaan maut hingga menyebabkan belasan penumpang tewas dan terluka, yakni Bus trans Putera Fajar di Ciater. Kendaraan tersebut mengangkut rombocanangan pelajar dari siswa SMK Lingga Ken kota Depok Jawa Barat. Korban meninggal 11 orang yang terdiri dari sembilan siswa, satu orang guru dan seorang warga sekitar tempat kejadian.
Setelah diselidiki penyebabnya karena rem blong dan tidak memiliki izin angkutan karena masa status uji berkala sudah kadaluarsa. Selain itu karena mesin kendaraan tersebut sudah tidak layak pakai. (CNNIndonesia.com 11/5/2024)

Dari kasus tersebut kelalaian adalah faktor penyebab terjadinya kecelakaan, bahkan dikabarkan kerusakan rem sudah diketahui supir bus sejak berhenti di rest area dan sempat menghubungi mekanik untuk memeriksanya. Tapi kondisi tersebut tak membuat sopir membatalkan keberangkatan hingga kecelakaan itupun terjadi.

Pihak perusahaan atau pemilik kendaraan harusnya memeriksakan kelayakan armadanya, sopirnya, dan perlengkapan lainnya jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Negara pun mesti bersikap tegas pada pemilik kendaraan termasuk moda transportasi umum agar tidak terus berulang kejadian serupa akibat kelalaian manusia.

Ada banyak faktor lain yang berpengaruh dan saling terkait, seperti mahalnya sarana transportasi membuat konsumen memilih harga murah dan abai akan keselamatan, keterbatasan modal membuat pemilik sarana transportasi tak memenuhi berbagai persyaratan untuk mengecek kondisi kendaraan agar layak jalan.

Kesadaran akan pentingnya keselamatan penumpang dan membuat mereka nyaman sepertinya hanya harapan saja dalam sistem saat ini. Keuntungan materi seolah hal utama ketimbang nyawa manusia. Dan ini perlu sikap tegas negara dalam memonitoring keberadaan armada umum yang layak, bukan hanya sifatnya imbauan kepada para pemilik dan pengendara tapi ancaman sanksi manakala mereka abai. Jika perlu, negara menyediakan armada gratis untuk kebutuhan publik dengan standar kelayakan yang teruji. Sayangnya, peran negara ini ibarat angan dan mimpi di siang bolong. Tak akan terwujud dan jauh dari harapan karena pengaruh ideologi yang menaunginya yaitu kapitalisme sekuler.

Sangat berbeda dengan sistem Islam dimana penguasa memiliki visi ri’ayah (pengurus) kepada umat. Sistem ini terbukti mampu mengupayakan adanya transportasi terbaik untuk masyarakatnya, terutama sejak sistem Islam diterapkan di tengah umat yakni era kekhilafahan. Dalam pemerintahan Islam, berbagai sarana dan prasana transportasi begitu maju, moda transportasi yang dikembangkan meliputi darat, laut, hingga udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *