Opini

Judi Online Masuk Lembaga Pendidikan dan Pemerintahan

96
×

Judi Online Masuk Lembaga Pendidikan dan Pemerintahan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Nina Iryani S.Pd

 

Komplikasinya organ-organ tubuh Indonesia dan dunia akibat sistem sekuler salah satu dampaknya adalah mencuatnya judi online.

Dilansir dari Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan ada belasan ribu konten phishing (kejahatan digital atau penipuan yang menargetkan informasi atau data sensitif korban) berkedok judi online menyusup ke situs lembaga pendidikan dan pemerintahan.

“Di lembaga pendidikan ada 14.823 konten judi online menyusup kesana dan lembaga pemerintahan ada 17.001 temuan konten menyusup atau phishing ke situs pemerintahan dan lembaga pendidikan.” kata Budi Arie usai Rapat Terbatas mengenai Satgas Judi Online di istana kepresidenan, Rabu dikutip Kamis (23/5/2024).

Judi atau Maysir dalam bahasa Arab adalah permainan yang sangat disukai kaum jahiliyah sebelum datangnya nabi Muhammad SAW sebagai urusan pembawa risalah Islam. Mereka berjudi dengan cara bertaruh dan lotre.

Allah SWT berfirman:

“Mereka bertanya kepadamu ( Muhammad SAW) tentang khamr dan judi. Katakanlah ‘pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.”
(TQS Al-Baqarah ayat 219).

Allah SWT pun berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?”
(Al-Maidah ayat 90-91).

Bahkan Allah SWT berfirman:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *