Opini

Jualan Pendidikan di Sistem Kapitalisme

121
×

Jualan Pendidikan di Sistem Kapitalisme

Sebarkan artikel ini

Di dalam sistem kapitalisme semua bernilai ekonomi. Pendidikan menjadi komoditas jualan. Bagi rakyat yang mampu membayar harga tinggi, dia dapat melanjutkan perguruan tinggi. Karena cara pandang negara terhadap pendidikan pada saat ini hanya dianggap sebagai investasi individu bukan investasi negara.

Negara hanya berfungsi sebagai regulator saja. Bahwa negara selalu memperhitungkan untung rugi dalam mengurusi rakyat. Hubungan negara dengan rakyat seperti hubungan penjual dan pembeli.

Inilah sistem kapitalisme-sekuler yang telah menjauhkan agama dari kehidupan. Aturan dan kebijakan yang mereka buat hanya berdasarkan kepentingan mereka. Padahal setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya.

Pandangan Islam Tentang Pendidikan

Islam memandang pendidikan sebagai kebutuhan dasar yang harus di jamin ketersediaannya di tengah-tengah masyarakat oleh negara. Sebagaimana dalam hadis Rasulllah saw. bersabda, “Imam adalah pemimpin dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. (HR. Al-Bukhari)

Negara wajib menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat sampai pendidikan tinggi. Selain itu, tujuan dari pendidikan dalam Islam adalah membentuk kepribadian Islam dan membekali anak didik dengan sejumlah ilmu dan pengetahuan, yang berhubungan dengan urusan hidupnya.

Politik ekonomi Islam akan mencegah yang menjadikan pendidikan sebagai bisnis atau komoditas ekonomi dan faktor produksi, sebagaimana realita sistem kapitalisme saat ini. Islam memandang pendidikan sebagai jiwa kehidupan.

Konsep penyelenggaran anggaran pendidikan wajib dijamin oleh negara. Pembiayaan tersebut diambil dari pendapatan kepemilikan umum seperti migas dan tambang. Selain, negara juga dapat mengambil dari pemasukan kharaj, jizyah,infak dan sedekah.

Keberhasilan sistem Islam dalam membangun sains dan teknologi telah terbukti selama 13 abad. Pendidikan gratis dan berkualitas hanya dapat tercapai dengan diterapkannya syariat Islam secara kafah.

Wallahualam bissawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *